Lagi, Emas Antam Meroket Rp5 Juta/Kg


Mayoritas persedian emas 1-1.000 gram terpantau tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) per Jumat (28/10).

Berdasarkan data yang dilansir logammulia.com, hanya emas batangan 10 gram dan 25 gram yang terjual (sold out) dan emas 1.000 gram yang tak tersedia (not available). Dalam pengumumannya, UBPP juga menyatakan, ketersediaan barang dapat berubah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

Seperti biasanya, transaksi pembelian hanya dapat dilakukan langsung di tempat dengan menggunakan nomor antrian. "Pemesanan lewat telepon belum dapat kami layani," demikian bunyi pengumuman itu.

Tapi, harga emas PT Antam Jumat (28/10) ini tampak naik tajam dibandingkan posisi kemarin. Tapi, harga emas internasional mulai melandai. Sementara itu, harga buy back emas Antam naik jadi Rp485.000 per gram dari Rp480.000 per gram kemarin. Harga emas batangan 1 gram naik jadi Rp562.000 dari Rp557.000. Begitu juga harga emas batangan 2 gram yang naik ke Rp1.082.000 atau Rp541.000 per gram dari Rp1.072.000 atau Rp536.000 per gram.

Batangan 2,5 gram naik ke Rp1.342.000 atau Rp536.800 per gram dari Rp1.329.500 atau Rp531.800 per gram. Emas batangan 3 gram naik jadi Rp1.602.000 atau Rp534.000 per gram dari Rp1.587.000 atau Rp529.000 per gram.

Batangan 4 gram naik jadi Rp2.122.000 atau Rp530.500 per gram dari Rp2.102.000 atau Rp525.500 per gram. Emas batangan 5 gram naik jadi Rp2.652.500 atau Rp530.500 per gram dari Rp2.627.500 atau Rp525.500 per gram.

Sementara itu, emas batangan 10 gram naik jadi Rp5.265.000 atau Rp526.500 per gram dari Rp5.215.000 atau Rp521.500 per gram. Emas batangan 25 gram naik ke angka Rp13.087.000 atau Rp523.480 per gram dari Rp12.962.000 atau Rp518.480 per gram.

Harga emas batangan 50 gram naik ke Rp26.097.000 atau Rp521.940 per gram dari Rp25.847.000 atau Rp516.940 per gram. Begitu juga emas batangan 100 gram yang naik ke Rp52.124.000 atau Rp521.240 per gram dari Rp51.624.000 atau Rp516.240 per gram.

Sedangkan harga emas batangan 250 gram juga naik ke Rp130.080.000 atau Rp520.320 per gram dari Rp128.830.000 atau Rp515.320 per gram. Terakhir, emas batangan 1.000 gram naik ke Rp520 juta atau Rp520 ribu per gram dari Rp515 juta atau Rp515 ribu per gram.

Berdasarkan harga yang dikutip dari CNBC, Jumat (28/10) pukul 10.48 WIB, emas internasional melandai US$2,70 ( 0,15%) ke level US$1.745,00 per troy ounce.

Sumber : Inilah.com

Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share
Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Dalam satu jam stok emas Antam ludes
2. Berkilaunya Investasi emas
3. Tips membeli emas

Pistol berlapis emas milik Muammar Khadafi

Senjata itu masih di genggaman Khadafi saat tertangkap kaum pemberontak di gorong-gorong.

Mantan penguasa Libya, Muammar Khadafi, masih memegang pistol berlapis emas kesayangannya saat tertangkap serdadu pemberontak. Ia membiarkan pistol itu terampas musuh, tanpa mencoba menarik pelatuk untuk melawan.

Senjata yang populer dengan sebutan 'Golden Gun' itu adalah Browning Hi-Power, kaliber 9 milimeter yang biasa digunakan militer di seluruh dunia.

Pistol itu setipe dengan Browning M1911A1, sebuah pistol klasik kaliber 45 yang digunakan sejak tahun 1920an. Meski jarang yang muncul berlapis emas. M1911A1 lebih dikenal dengan Colt, perusahaan yang memproduksinya.

Pistol emas itu hanya satu dari beberapa koleksi senjata sang diktator. Senjata itu mungkin tak benar-benar terbuat dari emas padat atau emas murni. Sebab, emas murni terlalu lunak menahan tekanan saat digunakan menembak. Ada pula yang bilang senjata itu hanya dicat warna emas agar terkesan mewah.

Khadafi memang dikenal sangat memuja emas. Di kediamannya dahulu, ia mengoleksi sejumlah perabotan dan perangkat rumah tangga berlapis emas. Mulai dari patung, penyaji teh, kursi malas, tilet, hingga sikat gigi pun emas.

"Prinsip desain interior Khadafi adalah lebih besar, lebih baik, dengan sapuan emas," kata Karen Pine, profesor psikologi di University of Hertfordshire, seperti dikuti dari Telegraph.

Sumber : vivanews.com

Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Duuh, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei
2. Senjata emas milik Saddam Husein
3. Replika mobil termahal

Harga Turun, Emas di Antam Laris Manis Hingga 25 Kg/Hari

Pekan lalu, harga emas dunia mengalami penurunan, sehingga harga emas di anak usaha Antam yakni Logam Mulia ikut turun. Namun pembelian tetap ramai, hingga 25 kg per hari.

Hal ini disampaikan oleh Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko kepada detikFinance, Senin (24/10/2011).

"Penurunan harga emas dunia sudah terjadi selama seminggu terakhir ini, namun level support emas masih cukup kuat untuk bertahan di atas US$ 1.600-an/troy ounce," kata Bambang.

Bambang mengatakan penjualan emas murni batangan merek Logam Mulia di Antam masih tetap marak.

"Sehari bisa terjual 20-25 kg/hari, itupun penjualan ritel di counter dibatasi hanya 150 orang/hari. Sedangkan untuk emas murni batangan merek Logam Mulia yang dijual melalui reseller toko-toko emas diperkirakan bisa mencapai 75-100 kg/hari," jelas Bambang.

Harga emas dunia pada Jumat (21/10/2011) akhir pekan lalu tercatat naik hingga 1% lagi, beriringan dengan kenaikan harga saham di bursa Wall Street dan komoditas. Harga emas mencetak rebound harian terbesar dalam 2 pekan terakhir, namun secara keseluruhan sepanjang pekan lalu turun hingga 2,5% atau penurunan terbesar dalam 4 pekan.

Pada perdagangan Jumat, harga emas di pasar spot tercatat turun hingga 1,2% menjadi US$ 1.637,39 per ounce.

Sementara harga emas di Antam per 21 Oktober 2011 lalu adalah Rp 547.000 per gram, dengan harga buy back sebesar Rp 475.000 per gram.

Sumber : detik.com

Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Beberapa pilihan dalam berinvestasi emas
2. Logam Mulia Aneka Tambang
3. Bahkan Investor besarpun lari ke emas

Harga turun, stok Emas Antam melimpah

Mayoritas persediaan emas 1-1.000 gram terpantau tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) per Jumat (14/10).

Berdasarkan data yang dilansir logammulia.com, hanya emas batangan 10 dan 1.000 gram yang tidak tersedia (not available). Dalam pengumumannya, UBPP juga menyatakan, ketersediaan barang dapat berubah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

Di sisi lain, transaksi pembelian hanya dapat dilakukan langsung di tempat dengan menggunakan nomor antrian. "Pemesanan lewat telepon belum dapat kami layani," demikian bunyi pengumuman itu.

Sedangkan pendaftaran nomor antrian untuk transaksi pembelian hari Jumat, 14 Oktober 2011 dimulai pada pukul 07.00 WIB. Antrian dibatasi hanya sampai 150 orang pelanggan.

Tapi, harga emas PT Antam Jumat (14/10) ini tampak melandai Rp5.000 per gram dari posisi kemarin. Sementara itu, harga internasional juga terpantau mengalami koreksi.

Harga emas batangan 1 gram turun Rp5.000 jadi Rp557.000 dari Rp562.000. Sementara itu, harga buy back Rp485.000 per gram. Begitu juga harga emas batangan 2 gram yang turun ke Rp1.072.000 atau Rp536.000 per gram dari Rp1.082.000 atau Rp541.000 per gram.

Batangan 2,5 gram turun jadi Rp1.329.500 atau Rp531.800 per gram dari Rp1.342.000 atau Rp536.800 per gram. Emas batangan 3 gram turun jadi Rp1.587.000 atau Rp529.000 per gram dari Rp1.602.000 atau Rp534.000 per gram.

Batangan 4 gram turun jadi Rp2.102.000 atau Rp525.500 per gram dari Rp2.122.000 atau Rp530.500 per gram. Emas batangan 5 gram turun jadi Rp2.627.500 atau Rp525.500 per gram dari Rp2.652.500 atau Rp530.500 per gram.

Sementara itu, emas batangan 10 gram turun ke Rp5.215.000 atau Rp521.500 per gram dari Rp5.265.000 atau Rp526.500 per gram. Emas batangan 25 gram turun jadi Rp12.962.000 atau Rp518.480 per gram dari Rp13.087.000 atau Rp523.480 per gram.

Harga emas batangan 50 gram turun jadi Rp25.847.000 atau Rp516.940 per gram dari Rp26.097.000 atau Rp521.940 per gram. Emas batangan 100 gram turun jadi Rp51.624.000 atau Rp516.240 per gram dari Rp52.124.000 atau Rp521.240 per gram.

Sedangkan harga emas batangan 250 gram juga turun jadi Rp128.830.000 atau Rp515.320 per gram dari Rp130.080.000 atau Rp520.320 per gram. Terakhir, emas batangan 1.000 gram juga turun jadi Rp515 juta atau Rp515 ribu dari Rp520 juta atau Rp520.000 per gram.

Berdasarkan harga yang dikutip dari CNBC, Jumat (14/10) pukul 09.20 WIB, harga emas internasional turun tipis US$1 (0,06%) ke level US$1.667,40 per troy ounce.

Sumber : inilah.com

Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Logam Mulia Aneka Tambang
2. Tips membeli emas batangan, emas perhiasan dan emas putih
3. Investasi emas selalu menguntungkan

Investasi Emas,Tak Sekadar Bisnis

Akhir-akhir ini, investasi emas kian merebak di tanah air. Ada yang namanya Berkebun Emas, atau merujuk istilah islami seperti, Dinar-Dirham, Gold-Dinar, Investasi Dunia Akhirat dan lainnya. Apa sebenarnya bisnis dan investasi emas? Apakah mereka sekadar mengikuti trend bisnis saja? Adakah pembenarnya dalam Islam? Lantas, apa kiat yang harus ditempuh dalam investasi emas? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Maraknya investasi emas saat ini bisa dilihat sebagai alternatif bisnis yang memiliki keunikan tersendiri dengan karakteristik yang universal. Selain itu, bisnis ini tak terkait langsung dengan misi sebuah agama. Pasalnya, bisnis emas bukan sesuatu yang baru dalam sejarah umat manusia. Sejak uang dijadikan sebagai alat tukar perdagangan seperti dalam sejarah Mesir kuno, sekitar 4000 SM–2000 SM, emas sudah dikenal dalam bisnis.

Uang emas dan perak yang terstandar diperkenalkan oleh Kaisar Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Caesar pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya. Perbandingannya 12:1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar berlaku di belahan Eropa selama sekitar 1250 tahun, hingga tahun 1204.

Di dunia Islam, uang emas dan perak dikenal dengan nama Dinar dan Dirham.  Mata uang ini digunakan sejak masa awal kenabian, baik untuk muamalah (transaksi bisnis) maupun ibadah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, perbandingan antara Dirham dengan Dinar adalah berat 10 (sepuluh) Dirham sebanding dengan 7 (tujuh) Dinar. Berat 1 Dinar sebanding dengan 4.25 gram emas (22 karat). Sehingga, berat 1 gram Dinar adalah 3 (tiga) gram emas (22 karat).

Standar ini dibuat berdasarkan kebutuhan yang spesifik dan pasti untuk menjalankan kewajiban dalam Islam seperti, membayar zakat, mahar dalam pernikahan, uang tebusan (diyat), dan lainnya. Pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik, emas dijadikan standar resmi aktivitas ekonomi di semua negara Islam. Perkembangan ekonomi saat itu sangat pesat, tidak hanya terjadi antar negara Islam tapi ke negara-negara lain. Mata uang global yang digunakan saat itu tunggal, yakni Dinar (emas) dan Dirham (perak).

Penggunaan Dinar dan Dirham mencapai puncaknya pada tahun 1453 ketika Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel dan menyatukan kekuasaan Kekhalifahan Utsmani. Selama tujuh abad (dari abad 13 sampai awal abad 20), Dinar dan Dirham menjadi mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaannya,  meliputi seluruh wilayah kekuasaan Utsmani yang mencakup tiga benua yakni, Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara, dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaan Kekhalifahaan Utsmani (abad 16 dan 17), penggunaan uang Dinar dan Dirham membentang dari Selat Gibraltar di bagian barat sampai ke kepulauan Nusantara di bagian timur. Kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraina di bagian utara sampai ke Sudan dan Yaman di bagian selatan. Jika ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya, Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang digunakan paling lama dalam sejarah manusia. Tercatat lebih dari 14 abad, sampai berakhirnya kekuasaan Khilafah Utsmani tahun 1924.

Tak Sekadar Bisnis

Fakta sejarah ini menegaskan kelebihan uang emas (Dinar) dan kelayakannya menjadi produk bisnis yang unggul dan menguntungkan. Dalam Islam, Dinar (emas) dan Dirham (perak) dikenal sebagai alat tukar sejati (ats-tsaman al-haqiqi atau ats-thaman al-khalqi). Sedangkan uang tembaga atau perunggu disebut fulus, yang menjadi alat tukar berdasarkan kesepakatan (tsaman isthilahi). Dari sifatnya yang tak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus lebih dekat dengan sifat uang kertas (fiat money). Uang kertas yang kita kenal sekarang, terbukti memberi kontribusi besar dalam meruntuhkan struktur ekonomi sebuah bangsa.

Karenanya, bisnis emas bukan semata-mata mencari keuntungan materi, tapi juga sebagai ibadah dan pengabdian pada Allah SWT. Kewajiban sebagai Muslim bukan hanya menjalankan ibadah mahdhah seperti shalat, puasa Ramadhan, zakat, zikir dan ibadah ritual lainnya, tapi harus ditunjukkan dengan kepatuhan pada aturan yang digariskan Islam dalam berekonomi.

Allah SWT berfirman: “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca (al-mizan) itu, dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu,” (QS ar-Rahman 7-9).

Merujuk pandangan Yusuf al-Qaradhawi, yang dimaksud al-mizan dalam ayat itu adalah timbangan yang mengukur dan menentukan akidah, akhlak, perbuatan individu, sistem dan aliran pemikiran. Maka, tak salah jika ayat tersebut bisa diartikan sebagai perintah menegakkan timbangan secara adil dan larangan mengurangi timbangan. Perwujudan dari perintah dan larangan ini, hanya bisa dijalankan dengan menegakkan sistem keuangan berdasarkan tuntunan Islam yang komprehensif.

Karena itu, kesungguhan dalam memperjuangkan kembalinya eksistensi Dinar dan Dirham sebagai instrumen utama sistem moneter, merupakan bentuk ibadah dan dakwah. Sekaligus, menunjukkan konsistensi kita terhadap ajaran Islam secara kaffah.

Sumber: Majalah Sabili No 22/XVIII, 21 Juli 2011.

Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Investasi emas ala Antam
2. Belajar mengelola Dinar dari Abdurrahman bin Auf
3. Pembagian uang menurut bentuknya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.