Si kuning mencetak Rekor, si putih turut mengekor (2)

Euforia emas batangan di Tanah Air turut mengerek harganya. Dua pekan lalu, harga emas batangan di Logam Mulia naik 1,18% dalam sepekan menjadi Rp 428.000 per gram. Bahkan, pada Kamis lalu (14/7), harga emas batangan melambung 1,6% dalam satu hari menjadi Rp 445.000 per gram.

Melihat harga itu, sebagian orang mengganggap, harga emas sudah terlalu tinggi dan makin sulit terjangkau. Mereka mulai mencari substitusi emas sebagai ladang investasi baru. Salah satu pilihannya adalah perak, yang harganya selalu mengekor emas.

Lihat saja, harga kontrak berjangka perak untuk Agustus 2011 naik 2,9% jadi US$ 39,26 per troy ounce pada Kamis pekan lalu. Bahkan, kalau dihitung sejak awal tahun ini, harga perak sudah naik 25% dan di atas pertumbuhan harga emas yang hanya sebesar 11,99%.

Herman, Vice President Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, bilang, kenaikan harga emas dalam lima tahun terakhir sekitar 199% dan 538% dalam 10 tahun terakhir. Sementara, dalam lima tahun, harga perak melejit 433% dan 1.065% pada 10 tahun terakhir. “Kenaikan harga perak selalu dua kali dari emas,” katanya.

Dari sisi pasokan dan permintaan, menurut Nico, cadangan perak juga terus menipis. Sedangkan cadangan emas tidak berkurang. Pasalnya, orang membeli emas untuk disimpan, baik sebagai perhiasan atau investasi. Sementara, perak masih banyak digunakan untuk industri, seperti di alat elektronika. Alhasil, perak bisa makin langka ketimbang emas.

Sayang, hingga kini, tak banyak masyarakat yang mengetahui cara mendapatkan perak untuk investasi. “Kalau Anda beruntung bisa mendapat perak, borong saja, harganya bakal naik,” kata Nico. Dia sendiri rutin membeli koin perak dirham di Wakalah Nusantara sebagai media lindung nilai dari gerusan inflasi.

Nico memprediksi, harga perak tahun ini bisa menembus US$ 50 dan mencapai US$ 120 per troy ounce dalam 5 tahun.

Memang, di Indonesia perak belum populer jadi substitusi emas. Maklum, penggunaan perak sebagai alat investasi di dunia pun baru dimulai sekitar tahun 2004. Saat itu, berdasarkan The Silver Institute, total perak dunia yang menjadi alat investasi baru 29.100 troy ounce. Porsinya terus membengkak dan sudah mencapai 178.000 ons troy pada akhir tahun lalu.

Perak makin populer menjadi alternatif investasi dalam setahun terakhir. Perusahaan pengelola investasi besar seperti JP Morgan pun memborong perak untuk portofolio investasi mereka Maret lalu. Bahkan, kabarnya, JP Morgan menambah posisi short di pasar berjangka, dari sekitar 6.000 kontrak menjadi 25.000 kontrak atau setara 125 juta troy ounce.

Nico menilai, aksi itu menandakan perak telah menjadi barang investasi yang diincar oleh manajer investasi besar. Otomatis, harga silver ini akan terus bergerak naik.

Belum likuid

Di Indonesia, alat investasi perak yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat adalah dirham. Bentuknya adalah koin standar berdiameter 25 milimeter, berat 2.975 gram, dab kadar perak 999.

Perak batangan baru dikenalkan di Indonesia sejak Maret 2011 oleh PT HMV Bullion yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau. Presiden Direktur HMV Bullion Vizal Fepwarmen menjelaskan, perak batangan yang ditawarkan berukuran 25 gram (gr), 50 gr, 100 gr, 250 gr. Lalu bentuk casting (tidak serapi batangan) ukuran 0,5 kg dan 1 kg. “Semua produk ada sertifikat keaslian dari Logam Mulia Antam,” katanya. Dia menambahkan, 90% produk yang mereka jual berasal dari Antam.

Seperti Logam Mulia, HMV Bullion akan merilis update harga jual dan beli perak setiap hari, serta memasangnya di situs interet (website). Mereka menjamin akan membeli kembali semua perak dari investor, “Asal mereka beli dari HMV Bullion,” imbuhnya.

Minat masyarakat terhadap perak batangan HMV Bullion cukup besar, terutama di Batam, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. “Totalnya sudah hitungan ton, kebanyakan membeli bentuk casting karena harga lebih murah,” ujar Vizal. Sayang, dia enggan merinci total penjualan HMV Bullion.

Menurut dia, investor bisa membeli perak mulai dari 25 gram sampai kiloan. Adapun jumlah investor baru sekitar 200-an pihak, baik perorangan seperti ibu rumahtangga, pengusaha, maupun badan usaha.

Selain batangan, HMV Bullion juga akan menawarkan koin perak dengan tema peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 pada Agustus nanti.

Misalnya, koin bergambar kepulauan Indonesia seberat 100 gram yang dijual seharga Rp 1,53 juta. Ada pula satu set koin seharga Rp 4,97 juta, yang meliputi satu koin 100 gram dan lima koin 50 gram.

Dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke-66, HMV Bullion juga menawarkan koin berlogo beberapa pulau di Indonesia, seperti Pulau Sumatera seberat 50 gram. Harganya Rp 841.875. Ada juga Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Lombok, bahkan Pulau Flores.

Sejatinya, koin perak seperti ini bukan hanya bisa jadi wahana investasi, tapi juga barang koleksi. Vizal menyarankan, investasi perak sebaiknya untuk jangka panjang agar mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Untuk pembelian maupun penjualan ke HMV Bullion, transaksi bisa dilakukan secara online. Sedangkan di Logam Mulia Antam, investor bisa datang langsung ke sana.

Perlu diingat, meskipun harga emas dan perak terus berkilau dan menjanjikan gain tinggi, Anda jangan asal tubruk. Perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura, Fauziah Arsiyanti, menyarankan investor tetap menyesuaikan investasi itu dengan tujuan keuangan. Bila tujuan keuangannya hanya untuk menyimpan saja di pos dana darurat, alokasikan 50% dari total dana darurat itu di logam mulia.

Misalkan pos dana darurat sebesar Rp 20 juta. Nah, sebaiknya 20% atau Rp 4 juta berupa dirham (perak), 30% atau Rp 6 juta untuk investasi emas, dan 50% atau Rp 10 juta berbentuk deposito. Intinya, jangan menempatkan ‘telur’ di satu keranjang, baik emas atau perak.

Tapi, ingat, perak juga mengandung risiko. Harganya fluktuatif seperti emas dalam jangka pendek. Pasarnya juga tidak likuid karena belum populer. (Selesai).

Sumber : http://investasi.kontan.co.id
Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman Anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Gadai emas di pegadaian meningkat jelang puasa
2. Si kuning mencetak rekor, si putih turut mengekor (1)
3. Ketika dollar jatuh apa yang terjadi dengan rupiah?

Si kuning mencetak Rekor, si putih turut mengekor (1)

Senyum sumringah terpancar dari wajah Kartini saat keluar dari sebuah bank syariah di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Pegawai swasta di bilangan Sudirman, Jakarta, ini baru saja menggadaikan emas batangan seberat 50 gram yang dibelinya akhir Juni lalu.

Sepekan sebelumnya, dia mengikuti suatu seminar tentang berkebun emas yang dihelat KONTAN. Bermodalkan pengetahuan itulah, dia membeli emas dan ‘diternakkan’ di bank syariah dengan sistem gadai. Bayang-bayang gain sudah tergambar di benak Kartini.

Maklum, dia membeli si Kuning itu pada pekan terakhir Juni ketika harga sedang turun. Bermodal bonus dari kantornya plus dana tunjangan pendidikan, perempuan ini memboyong emas batangan 50 gram buatan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 21,24 juta.

Keputusannya terbukti tepat. Kamis pekan lalu (14/7), harga emas batangan berbobot sama sudah naik jadi Rp 22,35 juta. “Kalau saya jual hari ini, sudah untung sejuta lebih. Saya titip di gadai saja, itung-itung tabungan pendidikan anak,” ujar Kartini.

Memang, harga emas kian berkilau. Pekan lalu, harga kontrak emas di pasar internasional mencetak rekor baru sebesar US$ 1.587,65 per troy ounce.

Pemicunya adalah ketidakpastian kondisi ekonomi global, terutama di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Misalnya, rencana pemerintah AS untuk menambah utang sebesar US$ 14,3 triliun ternyata tak mendapat persetujuan dari kongres.

Kondisi ini membuat lembaga pemeringkat internasional Moodys Investor Services memprediksi peringkat utang AS bakal lengser dari AAA. Asal tahu saja, peringkat AAA ini terus disandang negeri Uwak Sam sejak tahun 1917.

Kepala bank sentral AS atau The Federal Reserve (Fed) Ben S. Bernanke menyiapkan kebijakan ekstra. Ia akan meneruskan kebijakan pembelian obligasi pemerintah dari pasar atau Quantitative Easing (QE). Kebijakan ini seperti mencetak dollar. Tujuannya tak lain agar likuiditas bertambah dan roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.

Namun, langkah tersebut bakal berdampak buruk ke mata uang dollar AS. Peter Dertig, pemilik Quantitative Commodity Research Ltd. di Hainburg, Jerman, menyebut, kebijakan itu akan mengguncang dollar dan mendongkrak harga emas. ”Ini menjadi alasan paling pas untuk investasi emas.

Sebab, kalau porsi utang Amerika Serikat tidak ditambah, kemungkinan, AS bisa gagal bayar,” kata Peter seperti di kutip Bloomberg, pekan lalu.
Di belahan dunia lain, krisis utang di Yunani dan Portugal mulai merembet ke Italia dan Irlandia. Jalan negara-negara di Eropa untuk ke luar dari krisis ekonomi, tentu, kian panjang.

Inilah yang membuat harga emas, yang jadi alat lindung nilai sejak zaman baheula karena terbukti paling ampuh, terus meroket. Kamis lalu (14/7), harga kontrak emas untuk pengiriman Agustus 2011 di divisi Comex NYMEX sempat naik 0,7% menjadi US$ 1.593,15 per troy ounce (setara 31,1 gram) dan bergerak menuju US$ 1.587,65 sekitar pukul 23.00 WIB.

Michael Pento, Ekonom Senior Euro Pacific Capital Inc, memprediksi, harga emas akan melambung menjadi US$ 2.000 per troy ounce saat The Fed memulai kebijakan lanjutan Quantitative Easing. “Kondisi ini memaksa orang membeli emas,” katanya.

Martana Siswamarjana, Manajer Marketing Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, sebelumnya, memprediksi, rata-rata harga emas tahun ini berkisar US$ 1.457 per troy ounce. Tapi, dari perkiraan sekitar 24 analis emas terkemuka dunia, lanjut Martana, harga emas bisa mencapai US$ 1.632 per troy ounce tahun ini.

Selain pengaruh negatif perekonomian Amerika Serikat, Vice President, Research & Analysis Valbury Indonesia Nico Omer Jonckheere melihat, harga emas naik karena permintaan, baik untuk investasi maupun perhiasan, terus membumbung. Permintaan emas tahun ini diprediksi bakal tumbuh 20,9% jadi 3.692 ton. Prediksi pertumbuhan ini mengacu pada realisasi permintaan emas yang selalu konsisten saban bulan. Misalnya, di triwulan I-2011, ada permintaan 923 ton.

Konsumen emas terbesar adalah negara India dan China. Mengacu pada catatan World Gold Council, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, permintaan emas di India mencapai 291,8 ton, sedangkan di China 245,5 ton. Artinya, porsi permintaan emas dari dua negara Asia ini mencapai 51% dari total permintaan emas dunia.

Di Indonesia, permintaan emas batangan sebagai pilihan investasi kian naik daun. Seringkali, calon pembeli emas batangan di Logam Mulia harus gigit jari karena tidak kebagian jatah. “Meski jumlahnya terbatas, kami berupaya terus menyuplai kebutuhan masyarakat setiap hari,” kata Martana. Sayang, dia tak merinci jumlah permintaan emas batangan selama semester satu lalu.

Perpaduan antara kenaikan permintaan pasar dan ketidakpastian ekonomi dunia ini bakal terus mengerek harga emas hingga akhir tahun ini. Sebanyak 18 analis yang disurvei Bloomberg menyebut, ada kecenderungan harga emas bullish pekan ini. Bahkan, mereka yakin, harga emas menembus US$ 1.600 di kuartal III ini dan mencetak rekor US$ 2.000 per troy ounce tahun depan. (Bersambung)

Sumber : http://investasi.kontan.co.id
Jika anda ingin berbagi, silahkan share ke teman Anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Gadai emas di pegadaian meningkat jelang puasa
2. Prediksi harga emas hingga 2015
3. Ketika dollar jatuh apa yang terjadi dengan rupiah?

Investasi emas, pilih emas batangan

Selain menjadi perhiasan, sekarang ini emas sering kali dijadikan investasi oleh sebagian masyarakat di seluruh dunia lantaran memberikan imbal hasil yang lebih dibanding jika hanya menabung di bank saja.

Gold Investment Advisor Endy junaedy Kurniawan menuturkan bahwa imbal hasil tabungan tidak pernah melewati inflasi sehingga boleh dibilang tahun demi tahun daya beli masyarakat turun. Padahal tadinya niat untuk menabung supaya bisa digunakan ditahun tertentu ternyata imbal hasilnya tidak sampai.

"Artinya yang menabung, jatuhnya rugi. Nah oleh sebab itu lebih baik investasi emas karena naiknya lebih dari inflasi. Ketika kita akan menggunakannya, misalnya untuk tujuan pendidikan dan sebagainya bisa kita jual dan nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan biaya yang diperlukan," ungkap Endy kala ditemui dalam acara acara Indonesia Finansial Expo & Forum (IIEF) 2011 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, (18/6/2011).

Selain itu Endy menuturkan jika ingin berinvestasi dalam bentuk emas lebih baik berinvestasi dalam bentuk emas batangan. Hal ini dikarekan jika kita berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan emas itu hanya sebagai trend mode atau fashion saja. Ketika keluar model baru maka perhiasan yang lama akan dijual, jadi investasinya tidak dalam jangka panjang di mana sebaiknya investasi dalam bentuk emas itu sebaiknya untuk investasi dalam jangka waktu menengah hingga jangka waktu panjang.

Sementara itu, pada masa sekarang ini masyarakat di Indonesia sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berinvestasi dalam hal lain daripada menabung di bank.

"Jadi orang makin sadar bahwa menabung tidak memberikan imbal hasil yang cukup, jadi di Indonesia sendiri kesadaran untuk berinvestasi sudah mulai bagus. Cuma kalau pun emas dianggap sebagai investasi pilihan silahkan selebihnya masyarakat bisa pilih reksa dana kemudian sukuk ritel, obligasi dan sebagainya," pungkasnya.

Endy pun menuturkan dalam kurun waktu selama enam bulan jumlah nasabah bank tidak bertambah atau flat. Laporan bulan Januari 2010 jumlah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan turun Rp 40 triliun di indonesia, menurutnya ini dikarenakan kesadaran berinvestasi masyarakat yang sudah tinggi.

"Tingkat kesadaran investasi yang tinggi tersebut dikarenakan tingkat taraf edukasi masyarakat dari hari ke hari semakin tinggi dimana dengan edukasi yang terus dilakukan oleh berbagai pihak membuat orang berpikir untuk mulai memikirkan masa depan dengan mempunyai plan yang baik,"  tukasnya.

Sumber : okezone.com

Harga emas melambung gara-gara bunga bank rendah

Tingginya harga emas memberikan dampak yang cukup siginifikan bagi tekanan inflasi. Tingginya emas di Indonesia akibat rendahnya bunga bank di Indonesia.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan saat ini tingginya harga emas dikarenakan banyak masyarakat tidak tertarik melakukan investasi pada perbankan karena rendahnya bunga yang diberikan.

"Banyak orang yang tertarik investasi di emas. Sebabnya, banyak yang tidak percaya investasi di bank karena rendahnya bunga," ungkap Hadi di Jakarta.

Dia menambahkan, tingginya harga emas juga dikarenakan tingginya harga emas internasional. Dia menuturkan, emas merupakan salah satu indikator perkembangan harga dunia terhadap inflasi. "Inflasi bisa dilihat dari harga emas. Jika emas naik, maka harga barang-barang impor bisa naik," tuturnya.

Adapun konsep emas yagn dimaksud, jelas dia, adalah emas yang merupakan konsumsi masyarakat, yakni emas yang dipakai. "Jadi kalau hanya beli dan disimpan itu tidak masuk kategori (penilian) kita," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mei terjadi inflasi sebesar 0,12 persen. Adapun penyumbang inflasi disebabkan oleh makanan jadi, rokok dan tembakau inflasi 0,04 persen, perumahan inflasi 0,06 persen, sandang termasuk emas 0,05 persen.

Sumber : Okezone.com

Silahkan share ke teman anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Sejarah kelam bank, uang kertas dan hilangnya uang emas
2. Belajar dari krisis Dubai dan Century
3. Investasi emas dengan cara tidak biasa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.