Emas lantakan, pilihan investasi yang tepat

Selain dalam bentuk perhiasan, emas dapat kita temukan dalam bentuk koin dan lantakan. Emas lantakan adalah emas dalam bentuk batangan atau lempengan yang memiliki kadar 24 karat. Emas 24 karat berarti emas murni atau logam mulia yang memiliki kandungan emas 99,99%. 

Jika anda ingin berinvestasi dengan emas maka emas lantakan adalah pilihan yang tepat. Karena emas lantakan sebagai komoditas lebih menekankan pada sisi nilai intrinsiknya. Selain biaya produksinya lebih murah dibandingkan emas perhiasan, emas lantakan lebih mudah dijual apalagi ada sertifikat dari lembaga resmi nasional seperti PT. Aneka Tambang maupun internasional seperti London Bullion Market Association. Anda dapat dengan mudah mengetahui harga emas lantakan saat ini juga di internet maupun koran.

Di mana membeli emas lantakan?
Emas lantakan dapat dibeli atau dijual langsung di counter PT. Logam Mulia yang merupakan bagian dari PT. Aneka Tambang Pulogadung dengan patokan harga internasional yang nantinya akan dikonversikan ke rupiah. Anda dapat membeli dengan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan seperti 5gr, 25gr, 50gr, 100gr dan 1000gr. Anda dapat pula membeli emas lantakan di toko-toko emas dan pegadaian.  

Di mana sebaiknya menyimpan emas lantakan?
Berbeda dengan emas perhiasan yang biasanya dipakai para wanita, emas lantakan harus disimpan di tempat yang aman. Ada beberapa pilihan penyimpanan emas yaitu disimpan di brankas dalam rumah atau kantor atau Anda dapat menyewa safe-deposit box di bank yang  menyediakan fasilitas tersebut. Jika disimpan di rumah, resikonya sangat besar dan tidak ada jaminan asuransi. Menyimpan emas di safe-deposit box dalam sebuah bank sangat dianjurkan karena lebih aman dan ada jaminan asuransi dari Bank.

Amir Kiat

Jika anda ingin berbagi artikel ini, silahkan share ke teman anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Pilih investasi emas perhiasan atau emas batangan?
2. Mengapa emas penyimpan nilai yang sempurna?
3. Tips membeli emas batangan, perhiasan dan emas putih

Setelah Kelantan dan Utah, bagaimana dengan kita?

Entah siapa yang lebih pinter dan lebih berpikiran maju di era tidak berdayanya mata uang kertas dalam menghadapi krisis financial global yang masih segar di ingatan kita, tetapi ada tiga peristiwa penting yang bisa jadi pelajaran kita yang  terjadi dalam setahun terakhir ini dalam hal mata uang dunia. Di Indonesia pekan lalu tanggal 24 Mei 2011, di Komisi XI DPR RI seluruh fraksi menyetujui RUU Mata Uang untuk selanjutnya dibawa ke rapat Paripurna untuk mendapatkan pengesahan.

Di Amerika Serikat, salah satu negara bagiannya yaitu Utah dua bulan sebelumnya tepatnya  tanggal 25 Maret 2011 – Gubernur negara bagian itu secara resmi menanda tangani apa yang disebut Utah Legal Tender Act, yang intinya mengakui koin emas dan perak sebagai salah satu uang resmi yang bisa di gunakan di negara bagian itu.

Utah sebenarnya bukan negara bagian yang pertama yang secara resmi mengakui koin emas dan perak sebagai uangnya, di negeri tetangga kita negara bagian Kelantan - Malaysia sudah mendahuluinya hampir satu tahun lalu untuk secara resmi menggunakan koin emas Dinar dan koin perak Dirham sebagai uang di negara bagiannya.


Yang bisa menjadi pelajaran menarik adalah alasan di belakang kerja keras melawan arus yang dilakukan oleh para legislator yang berhasil meng-goal-kan koin emas dan perak tersebut sebagai uang resminya. Mengapa mereka sampai mau bersusah payah ‘melawan’ negara federal yang hanya mengakui uang kertas-nya sebagai uang resmi dengan meng-goal-kan koin emas dan perak juga sebagai uang resmi ?.

Di Kelantan selain mereka tahu keperkasaan daya beli  Dinar dan Dirham, upaya menggunakannya kini tidak terlepas dari upaya untuk menegakkan syariat – maka Dinar dan Dirham di negeri itu disebut sebagai Matawang Syariah.  Mereka juga melakukan berbagai upaya untuk memasyarakatkan Matawang Syariah ini, selain untuk membayar sebagain gaji pegawai – mereka juga menjadikannya sebagai identitas tersendiri. Bahkan di bandara udara sebagai pintu masuk Kelantan orang akan disambut dengan tulisan “Negara Dinar dan dirham”.

Utah tentu saja tidak concern dengan syariat, tetapi juga membutuhkan uang dari emas dan perak ini karena mereka yakin bahwa Dollar-pun seharusnya di backed –up dengan emas atau perak. Krisis financial tiga tahun terakhir yang hingga kini belum sembuh benar, telah membuat masyarakat yang cerdas negeri bagian itu mengkawatirkan kebijakan-kebijakan Obama yang akan bisa membuat uang Dollar mereka collapse. Kekawatiran ini tentu saja amat sangat beralasan karena sebelum gejala krisis muncul awal  2007, untuk membeli 1 Oz emas hanya dibutuhkan uang kertas  US$ 600-an dan kini hanya dalam waktu kurang lebih 4 tahun kemudian, untuk membeli 1 Oz emas yang sama dibutuhkan lebih kurang dua setengah kalinya yaitu US$ 1,500-an.

Di belahan dunia lain di negeri ini, para legislator kita yang saya yakin betul bahwa  lebih banyaknya Muslim sehingga mereka tentunya paham bahwa nishab zakat ditimbang dengan Dinar atau Dirham dan bukan Rupiah, nishab pencuri dan uang diyat dlsb juga ditimbang dengan Dinar atau Dirham, tidakkah mereka ingin mengikuti legislator Kelantan yang menjadi facilitator bagi rakyat/umatnya untuk dapat melaksanakan syariat dengan lebih akurat ?.

Saya agak yakin pula bahwa mereka mestinya juga paham dengan apa yang terjadi dengan daya beli uang kertas dalam dua dasawarsa terakhir – lebih-lebih para legislator ini pastinya sudah memasuki usia dewasa ketika uang kertas kita nyaris lumpuh dan daya belinya anjlog tinggal seperempatnya pada krisis 1997/1998. Melalui kehancuran mata uang kertas ini pula, sejumlah besar asset terbaik negeri ini berpindah tangan – mulai dari BUMN-BUMN telekomunikasi, perbankan sampai sejumlah industri kini berada ditangan asing – karena murahnya mereka membeli setelah Rupiah hancur pasca krisis 1997/1998 tersebut. Tidak-kah mereka tergerak untuk membangun ketahanan ekonomi berdasarkan uang yang kuat, yang daya belinya tidak bisa dipermainkan oleh para spekulan, yang daya belinya terbukti stabil lebih dari 1,400 tahun ?.

Tetapi sekali lagi kita tidak bisa hanya berandai-andai dan berharap pada manusia, kita bisa berbuat dengan apa yang kita bisa, mulai dari yang kita tahu – insyaAllah Allah akan membimbing kita dengan apa yang kita belum tahu. Hanya kepada Allah-lah kita berharap dan memohon pertolonganNya...Amin.

Sumber : GeraiDinar.com

Jika anda ingin berbagi artikel ini, silahkan share ke teman Anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Cara Cerdas Berkebun Emas
2. Sudah amankah simpanan uang anda?
3. Sanering, redenominasi haruskah?

Zimbabwe menuju standar Emas

Pihak bank sentral Zimbabwe mengatakan negara ini harus mempertimbangkan untuk kembali ke dolar Zimbabwe yang berbasis emas, melihat nasib dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia saat ini tinggal menghitung hari.

Pemerintah mencampakkan dolar Zimbabwenya sendiri, pada tahun 2009, sesudah dihantam hiperinflasi fantastis, dan menggantinya dengan mengadopsi sistem mata uang asing berganda dengan dolar AS, Rand Afrika Selatan dan pula Botswana, sebagai yang paling banyak digunakan.

Menkeu Tendai Biti mengatakan negara membutuhkan setidaknya enam bulan impor dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, stabilitas inflasi dan utilisasi kapasitas industri di atas 60 persen, sebelum dolar Zim dapat diedarkan kembali. Namun kepala bank sentral, Dr Gideon Gono , mengatakan negara harus mempertimbangkan mengadopsi mata uang yang didukung emas. Demikian sebagaimana yang dimuat oleh situs www.newzimbabwe.com.

"Ada kebutuhan bagi kita untuk mulai berpikir serius dan segera untuk memperkenalkan mata uang Zimbabwe yang didukung emas, yang tidak hanya stabil tapi diterima secara internasional," katanya dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah.

"Kita perlu memikirkan kembali strategi-tambang emas kita, liberalisasi emas, dan strategi pemasaran sebagai sebuah negara. Dunia perlu dan pasti akan berpindah ke standar emas dan Zimbabwe harus memimpin di depan."

Gono mengatakan bahwa efek inflasi dari defisit pembiayaan Amerika Serikat akan berdampak pada seluruh negara lain yang akan mengarah pada resistensi atas dolar AS sebagai mata uang dasar.

"Peristiwa Krisis Keuangan Global 2008 memerlukan suatu pendekatan baru agar kita bisa percayaan diri dan atas mata uang yang didukung benda yang sangat stabil, dan bagi saya, Emas telah terbukti selama bertahun-tahun sebagai logam mulia yang stabil dan paling diinginkan," kata Gono.

"Zimbabwe memiliki cadangan emas triliunan dollar dan sekarang saatnya kita mulai berpikir di luar kotak, untuk kelangsungan hidup dan kemakmuran kita."

Bangsa Indonesia pun harus berpikir out of the box bukan? Dan dengan Dinar emas dan Dirham perak yang telah beredar, kita tidak cuma bisa berpkir, tapi telah bertindak jauh.

Sumber : http://wakalanusantara.com

Jika anda ingin berbagi artikel ini, silahkan share ke teman anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Sanering, redenominasi haruskah?
2. Tips membeli emas batangan, perhiasan dan emas putih
3. Investasi emas dengan cara tidak biasa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.