Pirit dan emas, bagaimana membedakannya?

"Jangan tertipu dengan penampilan" begitulah kata pepatah. Banyak orang tertipu karena panampakan. Hal ini juga bisa terjadi jika anda melihat  gambar batu mirip emas di samping ini. Memang benar seperti emas, namun jangan kaget jika ternyata batu itu adalah pirit. yang kilauannya mirip sekali dengan emas. Kadang ada yang bertanya, apakah pirit ini emas? Atau apakah pirit ini mengandung emas? Penjelasan berikut ini akan mencoba mengulas tentang pirit yang tampaknya mirip seperti emas.

Pirit dengan rumus kimia FeS2, merupakan salah satu dari jenis mineral sulfida yang umum dijumpai di alam, entah sebagai hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun sebagai mineral asesoris dalam beberapa jenis batuan. Tidak ada penciri mineralisasi tertentu jika anda menjumpai pirit, apalagi sedikit (he..he...). Secara deskriptif, pirit ini mempunyai warna kuning keemasan dengan kilap logam. Jadi, kalau tidak biasa dengan mineral-mineral logam, sering menganggapnya sebagai emas. Secara struktur kristal, baik pirit dan emas sama-sama kubis, namun sifat dalamnya yang berbeda. Emas lebih mudah ditempa daripada pirit. Kalau dipukul, pirit akan hancur berkeping-keping, sedangkan emas tidak mudah hancur karena lebih mudah ditempa (maleable).

Cara yang cukup mudah adalah dengan melihat asahan polesnya di bawah mikroskop bijih (dengan syarat, butiran emas harus lebih besar dari 1 µm (mikron)). Meskipun sama-sama isotropik, tetapi kecemerlangan emas tidak dapat ditandingi oleh pirit, begitu juga bentuknya. Biasanya di bawah mikroskop pantul, emas tampak berbentuk tak beraturan dibandingkan pirit yang kadang bentuk kubisnya masih tampak. Cara lain yang lebih canggih adalah dengan menganalisis kandungan kimianya, misalnya dengan microprobe atau SEM plus EDX. Dengan cara ini anda bisa memastikan apakah yang anda sebut pirit itu emas atau pirit?

Apakah pirit mengandung emas? Mungkin saja emas terdapat di dalam pirit, sebagai yang dikenal dengan istilah refractory gold. Emas ini ukurannya sangat kecil atau sering dikatakan sebagai invisible gold, karena ukurannya <0.1 µm, tidak sanggup dideteksi dengan SEM (mikroskop elektron). Emas ini biasanya hadir bersama-sama arsen (arsenian pyrite atau arsenopyrite). Cara yang paling mudah, ya kumpulkan piritnya lalu analisis mikrokimia... (tapi ini mahal).

Sumber : warmada.blogspot.com
Jika anda ingin berbagi, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Bagaimana menguji keaslian emas
2. Test kadar emas melalui handphone
3. Apa kata presenter dan artis?

Jurus Cerdas Berkebun EMAS, strategi berinvestasi EMAS dengan cara yang tidak pernah Anda Fikirkan

Apa Warna Emas?

Apa yang anda bayangkan tentang warna emas? Di benak kita selalu mengartikan emas adalah logam kuning yang mengkilat. Namun tahukah anda bahwa emas bisa padukan dengan logam lain untuk menghasilkan berbagai warna agar disesuaikan dengan mood anda dan dapat disesuaikan dengan busana yang anda kenakan.

Bahkan, dengan teknologi terkini, anda dapat memilih dari daftar warna yang menakjubkan untuk warna emas anda. Meskipun emas sejatinya adalah kuning keemasan yang sangat indah, emas bisa dipadu dengan logam lain untuk menghasilkan berbagai warna yang meliputi: rose, putih, peach, hijau, aprikot, coklat, ungu, dan hitam, yang pasti untuk memenuhi setiap suasana hati dan gaya. Emas biasanya dicampuran perak, tembaga dan seng dan jumlah masing-masing dapat divariasikan dan mempengaruhi warna akhir.

Pedoman warna pilihan anda: emas kuning, adalah warna, kaya hangat emas alam seperti yang ditemukan; emas putih dihasilkan dengan menambahkan sejumlah besar perak. Seng, nikel dan paladium juga digunakan untuk "memutihkan" emas. Rose atau emas merah dihasilkan dengan menambahkan sebagian besar tembaga pada emas hingga memiliki warna merah, dan emas hijau, warna tidak umum dari emas dibanding emas merah atau emas putih.

Tapi, apa pun warna yang anda pilih, semuanya adalah emas. Itu hanya soal fashion dan selera pribadi, meskipun emas kuning adalah warna sejatinya. Mengapa tidak memilih dan mencocokkan warna emas sesuai rasa dan suasana hati anda, sama seperti yang anda lakukan dalam bermake-up untuk diri sendiri dan khusus untuk penampilan anda.

Pilihan gaya anda: wanita yang memiliki kulit yang pucat dan rambut pirang akan selalu terlihat indah jika memakai perhiasan emas putih atau pink lembut, lebih hangat. Sedangkan untuk model rambut pirang kekuningan sebaiknya memakai emas kuning cerah untuk mencerminkan kulit bercahaya. Model rambut merah mengkilap  alami jelas sesuai dengan perhiasan emas merah - seperti warna tembaga yang menguatkan warna mereka sendiri, dan jika anda memiliki warna kulit lebih gelap, lebih terlihat eksotis, emas putih atau hitam akan terkesan tersanjung.



Emas Kuning

Semuanya dimulai di sini . Warna alam , hangat , cerah , sensual . Tambahkan sedikit paduan dari logam lainnya dan anda akan mendapatkan variasi warna-warni .


Emas Putih

Emas Putih. Emas ditambah paduan seperti paladium atau perak . Ketenangan, halus, elegan .

Emas Rose
Emas Rose. Emas ditambah paduan seperti tembaga. Romantis, feminin.


Emas Hijau
Emas ditambah paduan seperti tembaga, perak palladium.


Emas Hitam


Emas Coklat


Emas Ungu
Amir Kiat

Jika anda ingin berbagi artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Pilih platinum apa emas ya?
2. Tips membeli emas batangan, perhiasan & emas putih
3. Investasi emas dengan cara tidak biasa

Mengapa Saudi Arabia Tidak Pakai Dinar Dirham

Banyak yang suka bertanya: mengapa Pemerintah Saudi Arabia memakai uang riyal kertas, dan bukan Dinar dan Dirham? Ini sebagian jawabannya.

Untuk menjawab pertanyaan mengapa Saudi Arabia memakai uang kertas riyal, dan bukan Dinar emas dan Dirham perak, kita perlu mengetahui posisi kerajaan ini. Pada mulanya wilayah Hijaz adalah bagian dari Daulah Utsmaniah yang, tentu saja, menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai mata uangnya. Pada pertengahan abad ke-18, sebuah amirat lokal, dipimpin oleh amirnya, Muhammad ibn Sa'ud (meninggal 1765), menguasai suatu desa yang kering dan miskin, Dariyah. Karena kegiatannya yang selalu membuat onar, dan mengganggu jamaah haji, kelompok Al Sa'ud terus-menerus dalam konflik dengan pemerintahan Utsmani.


Beberapa tahun kemudian, berkat bantuan seorang broker politik, Rashid Ridha namanya murid dari Muhammad Abduh, untuk memperkuat rong-rongan terhadap Istambul, anak cucu Ibn Sa'ud membangun aliansi dengan Pemerintah Kolonial Inggris. Aliansi ini terjadi pada masa Sa'ud bin Abdal Aziz, anak Abdal Aziz Ibn Sa'ud, cucu Muhammad ibn Sa'ud. Untuk perannya ini Ridha 'menerima imbalan 1,000 pound Mesir untuk mengirimkan sejumlah utusan ke provinsi Arab di [wilayah] Utsmani untuk memicu pemberontakan,' pada 1914.

Ketika itu Ridha juga telah mendirikan sebuah organisasi lain, Liga Arab (Al-jami'a al-arabiyya), dengan tujuan menciptakan 'persatuan antara Semenanjung Arabia dan provinsi-provinsi Arab di Kekaisaran Utsmani'. Agenda organisasi ini adalah pendirian 'Kekhalifahan (Konstitusional) Arab', suatu rencana yang tidak pernah terwujudkan. Yang lahir kemudian adalah Kerajaan Saudi Arabia.

Berkat kolaborasi antara Sa'ud bin Abdal 'Azziz - dengan legitimasi teologis dari Wahabbisme, atau ajaran Syekh Muhammad ibn Wahhab - dan pelindungnya Winston Churchil, PM Inggris ketika itu berdirilah kemudian sebuah kerajaan nasional di tanah Hijaz, pada 8 Januari 1926. Pada 1932 Tanah Hijaz, yang semula merupakan bagian dari Daulah Utsmani, oleh rezim yang baru ini secara resmi dinamai: Sa'udi Arabia! Inilah satu-satunya negara di dunia ini yang mendapat nama dari nama seseorang. Salah satu mata rantai awal pemberontakan ini sendiri, adalah Amir di Najd waktu itu, Abdullah Ibn Sa'ud, berhasil ditangkap dan akhirnya dipancung di depan istana Topkapi, di Istanbul, setelah diadili dan dinyatakan sebagai seorang zindiq, pada 1818.

Meninggalkan Muamalat

Sejak awal, Pemerintahan Saudi Arabia, merupakan sekutu kekuatan Kristen-Barat (semula Inggris, kemudian Amerika Serikat), dan menjadi semakin erat dengan ditemukannya minyak pada tahun 1950-an. Beroperasinya perusahaan minyak raksasa (Aramco = Arabian-American Oil Company) yang markas besarnya di Dahran, di tempat yang sama dengan Pangkalan Militer AS (berdiri 1946), di Hijaz, merupakan simbol dan sekaligus sumber kekuasaan Rezim Sa'ud sampai detik ini. Semakin hari kita ketahui Rezim Saud makin meninggalkan muamalat, dan mengislamisasi kapitalisme barat.

Raja Abdul Aziz bin Sa'ud, pendiri Saudi Arabia, berkuasa penuh mulai tahun 1926 sampai 1953. Pada mulanya, setelah memasuki Mekkah (8 Jumadil Ula 1343 H), beliau menolak berlakunya sistem uang kertas di wilayahnya, setelah memusnahkan uang kertas lira Turki sekuler yang beredar di Haramain. Pada masa dia memerintah jamaah haji dari penjuru dunia menggunakan belbagai jenis koin emas perak dari negerinya masing-masing. Namun koin dinar Hashimi dan real perak Austria - Maria Theresa, juga riyal perak Hijaz yang paling populer di sana.

Maka, pada tahun 1950-an, sempat populer di Amerika Serikat, anekdot kisah Raja Abdul Aziz yang selalu membawa harta kerajaan yang berupa koin emas-perak kemanapun dia pergi? bagaikan orang kolot dan primitif. Namun setelah dia wafat, penggantinya, Raja Sa'ud bin Abdul Aziz (1953-1964), bersikap lain. Sejak ia berkuasa, Pemerintah Kingdom of Saudi Arabian (KSA) mendirikan bank sentral yang bernama: Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) dan menerbitkan uang kertas riyal pada tahun 1961 melalui Dekrit Kerajaan 1.7. 1379 H, dalam pecahan 1 - 100 riyal.

Raja tergiur menerbitkan uang kertas karena lebih menguntungkan daripada mencetak koin-koin riyal perak. Ide uang kertas diambil dari keberhasilan SAMA atas penerbitan uang kertas receipt yang berlaku dalam uji coba pada musim haji sepanjang tahun 1953-1957. Dengan menerbitkan Haj Pilgrim Receipt dalam satuan riyal perak, SAMA mulai menarik semua jenis koin emas dan perak yang beredar di Haramain. Para jamaah haji dari luar negeri pun diwajibkan menukarkan koin emas perak yang mereka bawa. Setelah populer, kupon haji itu pun kemudian dinyatakan tidak berlaku lagi sejak Oktober 1963 dan finalnya tanggal 20 Maret 1964, diganti dengan uang kertas riyal.

Celakanya sejak saat itu, ONH atau BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) wajib dibayar dalam uang kertas dolar AS, bukan dengan uang kertas riyal! Sebab Kerajaan Saudi Arabia telah menyepakati pula berlakunya perjanjian Bretton Wood (1944), yang menyatakan bahwa dolar AS adalah satu-satunya mata uang yang berlaku untuk transaksi internasional. Segala transaksi dengan koin dinar Hashimi dan riyal perak (1 riyal = 4 dirham), termasuk koin real Maria Theresa di batalkan oleh negara. Maka umat Islam sedunia berduka atas dibrangusnya mata uang syar'i: dinar dirham.

Genaplah sudah makna hadis dengan lafal berikut: "Tak seorang pun manusia yang tidak memakan riba" yang diriwayatkan oleh Abu Daud, semoga Allah merahmatinya. Dinar dan Dirham diberangus sampai dua kali, pertama 1914 oleh Sultan-sultan boneka sisa Daulah Utsmani (Turki), dan kedua 1964 oleh KSA tersebut di atas. Tapi para ulama belum dapat mengambil kesimpulan dari terbitnya uang kertas riyal ini, tentang status halal-haramnya uang kertas. Sampai, akhirnya, diterbitkan fatwa tentang uang kertas, pada tahun 1984, yang menyatakan bahwa uang kertas adalah halal.

Begitulah, sejauh sejarah Islam dapat kita ketahui, fatwa Saudi Arabia yang menghalalkan uang kertas, satu-satunya fatwa resmi dari suatu pemerintahan ("Islam") di dunia ini. Tetapi, kisah ringkas sejarah ekonomi politik Saudi Arabia sebagaimana diuraikan di atas, kiranya cukup menjelaskan mengapa Saudi Arabia menggunakan riyal kertas, dan bukan Dinar emas dan Dirham perak.

Sumber : islamicbusinessnetwork.wordpress.com

Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Belajar dari krisis Dubai
2. Membeli emas dengan harga 1/3 harga emas
3. Perang terhadap emas

Giring "Nidji" Melirik Investasi Emas

Vokalis Giring "Nidji" mengaku merasa bahagia dengan diberi segala keberkahan sejak menjadi seorang suami. Kini Giring bak seorang arsitektur rumah tangga, dia pun mulai merumuskan rancangan masa depan bersama sang istri Chyntia dengan berinvestasi emas.

Disini giring sadar, cinta dan kelanggengan rumah tangga tak lepas dari persoalan ekonomi, maka lahan bisnispun mulai digarapnya bersama Chyntia.

"Sekarang gue sama Chyntia memiliki hobi baru, investasi. Kalau dulu kerjaannya beli tas sekarang buat beli saham, beli emas. Karena buat gue sekarang masa depan itu lebih penting," ungkapnya.

Ladang bisnis Giring tergolong langka di kalangan musisi. Selama ini musisi jarang menjamah bisnis yang mengandalkan spekulasi seperti yang disentuh Giring.

Namun Giring yakin inilah bisnis ideal bagi pasangan suami istri seperti dia dan Chyntia. Lagipula bisnis tersebut dapat dikendalikan dari rumah sesuai impian mereka sebelum menikah.

"Alangkah baiknya punya bisnis sendiri dirumah. Yang paling bagus, menurut saya, setidaknya resikonya kecil tapi hasilnya bisa maksimal untuk sepuluh tahun kedepan ya bisnis itu tadi," katanya.

Dibalik bisnis yang kini dirintisnya, Giring menyimpan sebuah mimpi besar. Laiknya sebagai musisi, Giring ingin berkarya sampai syaraf kreatifnya dimakan usia. Meski demikian Giring pun mengaku sebagai penyanyi Giring tidak ingin menjadi kuli panggung sepanjang hayat.

"Setidaknya gue di umur 40-an sudah pensiun jadi bisa melihat zidan dan adik-adiknya tumbuh dewasa, bisa menikmati hari bersama keluarga."

Sumber : SuaraMerdeka.com

Jika anda ingin berbagi informasi, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link di bawah ini! Terimakasih.
Bookmark and Share

Baca juga artikel terkait di bawah ini :
1. Apa kata artis tentang investasi emas?
2. Bagaimana membeli emas dengan 1/3 harga emas?
3. Menyimpan emas adalah langkah yang bijaksana
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.