Sejumlah Bank Central berebut emas (sebuah pilihan cerdas)

Emas memunculkan kilaunya di sepanjang 2009 dan menutup akhir tahun lalu pada posisi terbaiknya sejak 3 dekade terakhir. Pelemahan dolar yang terjadi sepanjang 2009 membuat investor berbondong-bondong mencari tempat perlindungan investasi yang paling aman.

Pada perdagangan non formal di pasar spot 31 Desember 2009 lalu, harga emas berada di level US$ 1.096,20 per ounce atau berarti naik hingga US$ 218 sepanjang 2009. Rekor kenaikan harga sepanjang 2009 itu hanya terkalahkan oleh kenaikan harga emas di tahun 1979 yang mencapai US$ 286.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (4/1/2010), secara persentase, harga emas sepanjang tahun 2009 melonjak hingga 24,8%. Angka itu lebih rendah dari kenaikan harga di tahun 2007 yang mencapai 31%.

Harga emas tertinggi sepanjang 2009 tercapai pada 1 Desember 2009 ketika harga menembus US$ 1.200 per ounce. Harga emas sempat menembus US$ 1.220 per ounce pada 3 Desember akibat berbagai kombinasi sentimen seperti suku bunga, depresiasi dolar dan inflasi.

Investor terus memburu emas ketika dolar AS terus terkulai di tengah krisis yang menyebabkan perekonomian dunia diliputi ketidakpastian. Investor juga mencari tempat lindung investasi yang paling aman dari inflasi yang dikhawatirkan akan meningkat akibat membanjirnya program stimulus ekonomi yang bernilai triliunan dolar AS.

Harga emas juga terdorong oleh aksi penjualan emas yang dilakukan IMF. Sejumlah bank sentral dari berbagai belahan dunia 'menampung' hasil penjualan emas IMF, yang diartikan analis sebagai meningkatnya permintaan, sementara produksi dari tambang-tambang emas dunia kecenderungannya stagnan bahkan berkurang.

IMF tercatat menjual 10 ton emasnya kepada Sri Lanka senilai US$ 375 juta. IMF menjual 200 ton emas kepada Bank Sentral India senilai US$ 6,7 miliar pada 19 Oktober dan 2 ton emasnya kepada Bank Sentral Mauritius senilai US$ 71,7 juta pada 11 November 2009. Total emas yang telah dijual IMF dalam rangka mencari sumber pendanaan krisis telah mencapai 212 ton.

sumber : www.detik.com


11 Alasan Ber-Investasi Emas

11 ALASAN mengapa kita harus ber-investasi atau mengkonversikan uang kertas menjadi Emas.

1. Keamanan (Security)
Uang di Bank akan hilang secara perlahan oleh karena biaya administrasi, biaya-biaya lainnya, pajak bunga 20%, tingkat suku bunga rendah dan terbatas, jaminan dari pemerintah (LPS) yang terbatas hanya Rp. 100 juta/nomor rekening. Pada Lembaga Investasi lainnya dikenakan biaya broker, administrasi, pajak dan sebagainya.

2. Perlindungan (Protection)
Inflasi, deflasi adalah perampok yang tidak kelihatan, masalah klasik yang sudah berabad-abad namun secara perlahan tapi pasti akan mengerosi aset anda. Semakin tinggi laju inflasi Berpengaruh pada semakin tingginya harga emas. Seluruh dunia mengalami inflasi rata-rata 2-3% pertahun, di USA 3 – 4%/th di Indonesia 5 – 6%/th. Menurut data statistik bila inflasi 10% maka harga Emas naik 13%, bila inflasi 20% maka harga Emas naik 30%, bila inflasi 100% maka harga Emas naik 300%. Jika di Indonesia rata-rata inflasi 6%/th maka dapat dipastikan harga Emas 5 tahun mendatang setidaknya naik 50% dari harga saat ini, bandingkan dengan deposito yang hanya 30%/ 5th dikurangi pajak.

Anda menyimpan uang di bank-bank tertentu untuk deposito dengan bunga 5%/th minimal Rp. 5 juta, dibawah Rp. 5 juta tidak bisa deposito dan bunganya 1-2 %/th, saldo dibawah Rp. 1 juta bunganya 0 %. Tetapi dengan Rp. 1 juta anda bisa mengkonversikan pada Emas seberat 3,5 gram yang nilai kenaikan setahunnya (sejak tahun 2001) kisaran 20-37%

Sebagai ilustrasi, awal tahun 1997 harga motor bebek baru (Honda) sekitar Rp. 4.600.000 yang setara dengan 200 gram Emas (Harga Emas Rp 23.000/gram), tahun 2008 nilai 200gr Emas +/- Rp. 55.000.000, anda bisa membeli tiga motor bebek (Honda) seharga @ Rp. 15.000.000 atau mobil. Jika Rp 4.500.000 didepositokan berapa nilainya sekarang? dengan asumsi 10% per tahun maka 11 tahun kemudian hanya Rp. 9.660.000 saja (belum dikurangi pajak bunga 20%).

Ilustrasi kedua yaitu mengenai biaya haji, sejak tahun 1960 ongkos naik haji itu berkisar antara 250-300 gram Emas dan sampai saat ini pun tidak berubah jumlah 200-300 gram Emas cukup untuk naik haji.

3. Mudah Dicairkan (Liquiditas Tinggi)
Investasi properti, deposito, saham, obligasi, kendaraan, karya seni memerlukan waktu lebih dari satu hari untuk dicairkan karena pembeli dan peminatnya terbatas dan nilainya pun ada kemungkinan menyusut oleh inflasi, brokers fee, tax dan administrasi, tetapi dengan Emas dapat segera dicairkan di ribuan Toko Emas, Pegadaian, Lembaga Leuangan (sebagai jaminan) dengan mudah dan nilainya mengikuti harga pasaran internasional yang terus menguat.

4. Menguntungkan (Profitable)
Nilai Emas itu stabil dan cenderung menguat nilainya. Emas cocok untuk disimpan jangka menengah-jangka panjang. Tahun 2001 harga Logam Mulia .9999 rata-rata US$ 272 / troy ounce = 31,103 gram. Sekarang Januari 2010 dikisaran US$ 1000-1100 / troy ounce bahkan sempat menyentuh US$ 1200 / troy ounce seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.

5. Mudah Dipindahkan (Portable)
Membawa/memindahkan aset/uang tunai Rp 300.000.000 atau US$ 29.900 memerlukan tempat yang besar dan sangat tidak praktis, beresiko tinggi, dapat dengan mudah dilihat/diketahui orang. Namun dengan 1.000 gr atau 1 kg Emas ukurannya tidak lebih dari sebungkus rokok yang pas disaku anda.

6. Tahan Lama (Durable)
Properti, Kendaraan, Surat-surat Berharga, Karya seni akan terbakar, terendam air atau terkena bencana alam, maka nilainya akan hilang sama sekali. Emas tahan terhadap segala kondisi cuaca, anti karat, asam, air bahkan api sekalipun meski melumer (di atas 1083 c) dia tetap Logam Mulia (Emas) dan tetap bernilai hanya bentuknya saja berubah namun kemurnian dan massanya tetap. Pada bencana gempa 2009 di Padang, banyak sekali masyarakat di sana yang bisa pulih dgn cepat, salah satunya karena masyarakat di Padang punya tradisi menabung Emas.

7. Kepemilikan dan Pengelolaan sendiri (Ownership & Stewardship )
Aset kita disimpan atau dititipkan kepada orang lain atau lembaga keuangan, ketika kita memerlukannya secara mendadak/emergency, kadang kita sulit memperolehnya. Proses pencairannya bisa sampai lebih dari 7 hari kerja.

Anda yang membeli Emas, Anda yang mempunyainya, Anda yang menyimpan dengan baik dan benar (safe deposit box/di bank, brankas di tempat rahasia/tersembunyi di dalam rumah) bukan disimpan kepada orang lain.

Ibarat Anda mempunyai mobil tetapi kuncinya dipegang oleh orang lain maka Anda tidak bisa mengontrol mobil Anda. Atau Anda pergi naik kapal pesiar, Anda pasti memperoleh/life jacket dan kartu tanda buktinya. Tanpa bisa diprediksi terjadi bencana, kapal pesiar itu tenggelam, Anda perlu life jacket yang akan menyelamatkan nyawa Anda bukan kartu tanda bukti kepemilikan life jacket.

8. Sangat pribadi (Privacy)
Asset dalam bentuk Properti, Kendaraan, Surat-surat Berharga, Rekening Bank, Rekening Koran, Obligasi, Deposito, Saham, Bond, Options, Electronic gold, Hak Paten Merek & Logo, Copyright, Golden Account, dan sebagainya dapat diketahui, dilacak dan diprediksi nilainya oleh pihak lain. Bahkan harus dilaporkan kekayaannya.

Mungkin Anda tidak nyaman apabila aset Anda dapat diketahui pihak lain. Sekarang Anda punya Emas berapa gram? berapa kilo? Hanya Anda saja yang mengetahuinya dan orang lain yang Anda beri tahu.

9. Resiko rendah (Low Risk)
Emas tidak ada biaya penyusutan nilai, hanya beban untuk biaya safe deposit box jika disimpan di bank. Nilai emas untuk jangka pendek berfluktuasi namun sejak 7 tahun terakhir nilainya terus menaik, lebih dari 260% atau 37.5%/tahun dan akan terus naik. Resiko terburuk dari Investasi Emas yaitu hilang (jika menyimpannya tidak benar) dicuri atau dirampok, namun ini pun kemungkinannya kecil sekali

10. Bebas Pajak dan Administrasi (Tax & Admin Free)
Properti, Kendaraan, Obligasi, Saham, Karya Seni, Bunga Bank dan lainnya dikenakan berbagai macam pajak dan biaya administrasi rutin. Semakin banyak aset Anda semakin tinggi pula pajak dan biaya-biaya. Belum lagi biaya perawatan, penyusutan nilai harta dan biaya tak terduga. Namun tidak pada Emas, If you choose fine gold, fee become free.

11. Keindahan dan Kebanggaan (Beauty & Pride)
Kemilau kuning warna emas telah mewarnai sejarah umat manusia, sebagai lambang kemakmuran, kejayaan, kekayaan, kehormatan, kemurnian dan keindahan yang bernilai seni tinggi pada berbagai bentuk perhiasan, artefak, koin, batangan/lantakan, peralatan dan perlengkapan yang dapat dijadikan collector items. Anda dapat menikmati sendiri aset atau koleksi emas murni 24k dengan rasa bangga dan puas. Aset ini dapat diwariskan pula.

Sumber : www.semuasaudara.com


Sudah Amankah Simpanan Uang Anda?

Akibat krisis keuangan dunia yang melanda hampir di semua negara, banyak orang yang  kehilangan uangnya. Coba anda bayangkan bagaimana perasaan seseorang jika kehilangan uang milyaran rupiah yang ia tabung bertahun-tahun lamanya tanpa ada perampokan -penjahat bertopeng dan bersenjata-. Ya itulah yang dialami oleh sebagian besar nasabah bank Century. Bahkan mereka berupaya keras agar uangnya bisa kembali. Sampai-sampai ada yang nekat berjualan nasi di dalam kantor Bank Century beberapa waktu lalu sebagai aksi demo menuntut haknya.

Itu kejadian kalau disimpan di bank. Bagaimana kalau disimpan sendiri? Ya bisa saja anda menyimpan uang anda di rumah dengan pengamanan extra ketat, dan saya yakin tidak ada potongan sana-sini dengan alasan biaya operasional dll. Tetapi coba anda baca Kisah Nyata Seseorang dari Cirebon. Anda baru sadar jika simpanan itu telah melewati puluhan tahun, nilainya pasti akan turun. Nilai 4 juta Rupiah di tahun 1985 tidak sama dengan nilai 4 juta Rupiah di tahun 2010 walaupun jumlah sama 4 juta. Kenapa? Karena 4 juta Rupiah di tahun 1985 bisa untuk membangun rumah besar sedangkan 4 juta Rupiah di tahun 2010 hanya bisa untuk membangun garasi mobil.

Kesimpulannya menyimpan uang  untuk jangka panjang tidaklah bijaksana. Bank tidak menjamin uang anda tidak berkurang atau tidak terkena inflasi. Sanering uang kertas bisa saja terjadi, nilai uang anda bisa berubah dari Rp 1.000 menjadi hanya Rp 1 . Jika anda menyimpan uang kertas di rumah dalam jumlah yang banyak kemudian rumah anda terbakar termasuk uang anda. Anda tidak bisa meminta bank untuk mengganti uang anda. 

Untuk jangka panjang simpanlah emas sebagai investasi yang menguntungkan.

Jurus Cerdas Berkebun EMAS, strategi berinvestasi EMAS dengan cara yang tidak pernah Anda Fikirkan

Sejarah Kelam Bank, Uang Kertas dan hilangnya uang emas.

Asal mula bank bisa ditelusur dari Inggris abad pertengahan (900-1000 M) yang waktu itu dikuasai oleh para money changer atau goldsmith. Sederhana saja. Di masa itu, menenteng emas kemana-mana selain tidak aman juga repot. Oleh karena itu pemilik emas menitipkan emasnya kepada goldsmith. Mereka kemudian membuat semacam nota sebagai bukti kepemilikan emas. Lambat laun, proses ini menjadi lebih berkembang. Nota kepemilikan tadi bisa dipindahtangankan sebagai alat tukar tanpa perlu tanda tangan pemiliknya. Inilah yang menjadi cikal bakal uang fiat seperti yang kita kenal sekarang.

Sayangnya, cuma ada sedikit pemilik emas yang mau menitipkan emasnya. Akibatnya, para goldsmith juga tidak bisa mencetak uang (nota) sebanyak mereka mau karena setiap “uang” yang mereka buat harus sebanding dengan deposit emas yang ada. Tapi para goldsmith pun tak kurang akal. Mereka mulai mencetak lebih banyak “uang” dari emas yang ada dan meminjamkannya dengan bunga tertentu. Inilah cikal bakal sistem yang disebut sebagai fractional reserve banking.

Bisnis ini tentu saja sangat menguntungkan. Misalkan goldsmith bersedia membayar bunga 5% terhadap emas yang Anda setor kepada mereka. Di saat yang sama, mereka meminjamkan uang kepada orang lain dengan bunga yang sama, 5% juga, namun dengan jumlah hingga 10 kali dari jumlah emas yang Anda depositkan. Jadi, keuntungan yang mereka dapatkan sebesar 50% dikurangi 5% bunga yang dibayarkan kepada Anda, atau 45%. Tentu saja ini angka yang sangat konservatif. Bagaimana kalau mereka membayar Anda cuma 2-3%, sementara mereka meminta bunga dari orang lain sebesar 8-10%?

Hal ini tak cuma membuat goldsmith mengendalikan peredaran uang, tapi juga mengendalikan perekonomian dan aset yang dimiliki orang-orang. Caranya adalah dengan mengatur jumlah/sirkulasi uang fiat yang beredar. Misalnya, uang yang beredar di masyarakat dibuat berlimpah, namun kemudian dikurangi atau dihentikan tiba-tiba. Akibatnya, ada sejumlah orang yang kesulitan membayar pinjamannya. Dengan cara begini, goldsmith bisa menarik paksa aset yang dimiliki para peminjam yang gagal bayar dengan harga murah.

Pada 3 Agustus 1100, King Henry 1 memerintah Inggris dan mengambil alih kekuasaan money changer/goldsmith. Ia membuat bentuk uang baru yang dinamai tally stick. Sesuai namanya, uang ini berwujud sebatang kayu yang dipoles dan diberi tanda tertentu. Batang kayu ini kemudian dibelah dua dimana satu disimpan oleh raja, sementara potongan lainnya beredar di masyarakat. Rakyat hanya bisa membayar pajak dengan menggunakan tally stick. Cara ini dianggap ideal karena tidak ada bunga dan peredaran uang dikendalikan oleh raja yang tidak bersifat oportunis.

Kita tahu bahwa dalam perekonomian Islam tidak ada istilah bunga. Di Eropa abad pertengahan, riba (usury) juga dianggap kriminal oleh gereja. Biarpun ada sejumlah mata uang jenis baru yang diperkenalkan, tally stick sendiri bertahan hingga 1826. Tapi selama 700 tahun itu bukan berarti sistem uang berbunga juga musnah. Tahun 1642, para money changer berkongsi membayari Oliver Cromwell untuk membuat revolusi di Inggris dan mengembalikan kekuasaan membuat uang kepada para money changer namun gagal. Lalu, 40 tahun kemudian, mereka membiayai invasi William of Orange terhadap Inggris dan berhasil.

Kehabisan uang karena perang, pemerintah Inggris kemudian meminta pinjaman pada para money changer. Sebagai imbalannya, money changer meminta pemerintah untuk menghukum bank swasta lain yang mencetak uang. Money changer kemudian membentuk “Bank of England” dengan menyetor modal koin emas senilai £1,25 juta pada pemerintah. Nama tersebut dipilih untuk “menipu” publik agar bank tersebut seolah-olah milik pemerintah. Biarpun konon cuma sekitar separonya saja yang disetor, tapi mereka mulai mencetak uang sebanyak mereka mau. Sampai saat ini bahkan tidak ada yang tahu siapa investor rahasia di balik Bank of England tersebut.

Bank sentral dari waktu ke waktu juga berevolusi. Dari semula mereka meminjamkan kepada individu, kemudian mereka lebih suka meminjamkan uang kepada pemerintah. Alasannya, jumlahnya lebih besar juga lebih aman karena di-backup oleh pajak yang dibayar rakyat kepada pemerintah. Alhasil bank sentral dari waktu ke waktu bertumbuh makin besar. Sebaliknya, utang pemerintah kepada Bank of England yang semula cuma £1,25 juga melonjak jadi £16 juta hanya dalam waktu 4 tahun. Karena jumlah uang beredar begitu besar, lahirlah inflasi yang menyebabkan nilai (value) uang kian surut dari waktu ke waktu.

Akibat dari inflasi, kekayaan seseorang akan terus menyusut dari waktu ke waktu. Mereka kemudian meminjam uang kepada bank demi memenuhi kebutuhannya. Tentu saja, bank bisa seenaknya membatasi peredaran uang yang menyebabkan sejumlah orang gagal bayar dan bangkrut. Bank kemudian menarik aset-aset yang dimiliki orang tersebut. Jelas bahwa inflasi sebenarnya merugikan semua orang, kecuali bank yang bisa mencetak uang. Karena secara teori, mereka bisa create money out of nothing. Inilah penyakit yang terus diwariskan hingga saat ini.

Bicara soal bank sentral, maka kita tak bisa lepas dari nama Mayer Amschel Rothschild. Tak cuma mendirikan money changer sendiri, ia juga mendidik lima orang anaknya untuk membuat “bisnis” serupa. Pengaruh Rothschild tak cuma ada di Inggris, tapi juga di Amerika, Perancis, Jerman, dan sejumlah negara lainnya. JP Morgan adalah salah satu agennya yang kemudian mendirikan bank sendiri. Sejumlah agen Rothschild yang lain mendirikan Bank of International Settlement (BIS) di Swiss. Keluarga Rothschild juga punya pengaruh besar terhadap IMF dan World Bank.

Bankir-bankir tersebut memang punya power yang luar biasa besar. Mereka bisa memaksa pemerintah untuk membuat peraturan yang menguntungkan mereka—-misalnya Coinage Act dan Sherman Law yang membatasi pembuatan koin, Aldrich Bill dan Glass-Owen Bill tentang legalisasi pencetakan uang, maupun Federal Reserve Act 1913 tentang pendirian Federal Reserve. Konon, bahkan presiden seperti Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, sampai JF Kennnedy “dibunuh” karena tidak mau memberikan dukungan pada bankir Federal Reserve. (Note: “Bankir” yang saya maksud di sini bukan bankir kelas “ecek-ecek” seperti Citigroup, apalagi bankir yang membawa kabur duit nasabah Century.)

Besarnya kekuatan para bankir tersebut juga bisa dilihat dari Black Thursday atau The Great Depression 1929. Milton Friedman, peraih nobel ekonomi, mengatakan bahwa depresi tersebut disebabkan karena Federal Reserve sengaja memangkas peredaran uang menjadi sepertiga dari tahun 1929 hingga 1933. Sejarah juga mencatat jelas bahwa orang-orang besar seperti John Rockefeller, Bernard Baruch, atau JP Morgan sudah lebih dulu menjual sahamnya dan meletakkan aset mereka dalam bentuk kas atau emas sesaat sebelum depresi. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi terhadap krisis 1998 maupun resesi keuangan yang terjadi tahun lalu.

Joseph Stiglitz (World Bank) punya formula penyembuhan krisis yang terkenal: privatisasi, liberalisasi pasar modal, pemberlakuan market-based pricing, dan perdagangan bebas. Formula ini memang merugikan banyak pihak, terutama dari negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, atau Afrika. Tapi tentu saja ada yang diuntungkan dari formula tersebut, yaitu para bankir. Saat ini, cadangan emas terbesar dimiliki oleh IMF—-jauh lebih besar dari yang dimiliki bank-bank sentral. IMF dan World Bank juga menangguk untung luar biasa besar dari pinjaman yang diberikan kepada negara-negara berkembang, termasuk dari privatisasi sektor-sektor strategis di negara-negara tersebut.

Akibat efek dari sistem uang dengan bunga-berbunga (compounding interest), secara teori, setiap penduduk Amerika punya utang sekitar $80 ribu kepada para bankir tersebut. Milton Friedman mengusulkan sebuah solusi dimana pencetakan uang mustinya dikembalikan kepada pemerintah, semua bentuk utang segera dilunasi, dan pemerintah harus menjaga agar inflasi maupun deflasi tidak terjadi. Efeknya, pajak yang dibayarkan rakyat akan menurun dan mereka tidak lagi terbebani lilitan bunga utang yang menggunung. Masih untung bank sentral di Indonesia dikuasai pemerintah, bukan swasta seperti halnya di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi bukan berarti kita 100% aman. Apalagi Bank Indonesia seperti “negara” yang punya kekuasaan sendiri.

Lalu, apa yang bisa kita perbuat sekarang? Jujur saja, tidak banyak. :)

Tapi yang pasti, usahakan untuk menghindari utang, apapun bentuknya, apalagi utang yang tidak bersifat produktif dan berbunga tinggi. Hiduplah sederhana dan bersahaja, dengan living standard yang wajar. Kalau Anda punya kekayaan berlebih, pertimbangkan untuk diversifikasi dalam bentuk lain seperti logam mulia atau properti. Pertimbangkan juga menyimpan aset dalam mata uang lain, selain Rupiah atau Dollar. Tapi yang juga tak kalah penting adalah educate yourself, educate your family, educate your friends. Kita semua perlu membangun society yang paham bagaimana uang itu dibentuk, bagaimana manipulasi sistem ekonomi ini terjadi, dan bagaimana jalan keluar atas persoalan ini.

Sumber : http://nofieiman.com

Baca juga artikel berikut :

Bagaimana Harga Emas Dihitung?

Harga Emas dihitung dari pergerakan harga emas dunia secara real time; namun untuk kemudahan transaksi tabel harga hanya berubah 4 kali sehari semalam yaitu jam 6.30 pagi; jam 12.30 siang; 18.30 sore dan 00.30 tengah malam, semua adalah waktu Indonesia Bagian Barat.  Harga di grafik berubah setiap 10 menit untuk memberikan gambaran kepada para pembaca akan arah perubahan harga emas harian.

Harga ini hanya bersifat guidance bagi para penjual maupun pembeli; artinya untuk penjual pada umumnya  membeli pada harga beli  dan bagi para pembeli pada umumnya dapat menjual pada harga jual. Harga jual ini belum termasuk biaya cetak dan ongkos kirim.

Biaya cetak saat ini adalah Rp 33,500 per keping (1-3 gr) ; Rp 38,500 per keping (5 gr); Rp 51,000 per keping (10 gr) ; Rp 63,500 per keping (25 gr) ; Rp 73,000 per keping (50 gr) ; Rp 102,000 per keping (100 gr) ; Rp 90,000 per keping (250 gr) ; Bebas bea cetak untuk keping 1,000 gr/keping.

Biaya pengiriman Rp 70,000 s/d 50 gram dan kelipatannya; biaya Asuransi pengiriman Rp 180,000 per 50 gram dan kelipatannya.

Calon penjual dan pembeli bisa mendapatkan informasi melalui www.emas24.com

Semua transaksi jual atau beli, harus mendapatkan konfirmasi kami terlebih dahulu.


Baca juga artikel berikut :

Batu 'Emas' Muncul Pasca Gempa 7,2 SR di Aceh

Semburan lumpur muncul dari bawah permukaan laut di Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil, pasca gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ricter, Rabu 7 April 2010 lalu.

Dan yang mengejutkan adalah semburuan pasir dan lahar di Perairan Haloban. Semburan itu mengangkat batu berwarna kuning dari perut bumi. Warga percaya bahwa bongkahan batu berwarna kuning itu mengandung emas.

Camat Pulo Banyak, Safnil mengatakan, puluhan nelayan kepulauan Haloban, menyelam dibawah permukaan laut sedalam lima meter mendekati semburan pasir untuk mencari emas, sejak sepekan terakhir.

“Saya beberapa hari lalu sudah ke lokasi untuk melihat langsung, warga menyelam ke dasar laut dengan peralatan seadanya,” kata Safnil, saat dihubungi VIVAnews, Selasa 20 April 2010.

Menurut Safnil pihaknya telah memperingatkan warga untuk menjauh dari semburan pasir dan lumpur tersebut, karena khawatir terhadap keselamatan warga. Namun kata dia, warga masih terus berusaha mencari bongkahan batu emas didekat semburan pasir tersebut.

Safnil juga mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan tim peneliti dari Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat, untuk meneliti semburan Lumpur bercampur pasir tersebut.

“Kepastiannya besok mereka sampai ke Pulau Banyak, mereka sedang dalam perjalanan sekarang,” katanya.

Pasca gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter yang berpusat di laut Simeulue, warga Kepulaun Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dikejutkan dengan ditemukannya semburan lumpur bercampur pasir di kawasan Laut Haloban, pekan lalu.

Titik lokasi semburuan berada lima meter dibawah permukaan laut.

Munculnya semburan lumpur tersebut juga sempat membuat panik warga kepulauan Haloban. Pasalnya, beredar kabar akan muncul pulau baru yang akan menengelamkan pulau kecil lainnya.

Kini lokasi semburan telah diberi nama oleh warga sekitar sebagai ‘Gosong Wulawan’ atau dalam bahasa warga Haloban disebut 'Karang Emas'. (wm)

Laporan Muhammad Riza | Aceh

Baca juga artikel berikut :
Menambang emas di tengah kota

Saatnya membiasakan minum teh?

Nanopartikel emas yang dibuat dengan menggunakan zat-zat kimia yang ditemukan pada daun teh bisa digunakan untuk mengobati kanker, menurut ilmuwan di Amerika Serikat.

Kattesh Katti, Raghuraman Kannan dan rekan-rekannya di University of Missouri, Columbia, menggunakan zat-zat fitokimia (senyawa-senyawa bioaktif) dari teh Darjeeling untuk mereduksi garam-garam emas menjadi nanopartikel emas. Zat-zat fitokimia juga menstabilkan nanopartikel tersebut dan menutupinya dengan sebuah lapisan non-toksik yang kuat. Karena hanya zat-zat kimia alami yagn digunakan dalam reaksi ini, maka tidak ada produk-produk limbah toksik yang dihasilkan, sehingga menjadikannya sebagai proses hijau 100 persen, kata Katti.

Reaksi-reaksi sederhana untuk membentuk nanopartikel emas menggunakan zat-zat kimia toksik, sehingga tidak cocok dijadikan sebagai obat. Disamping itu, tiol digunakan untuk menstabilkan dan mencegah bergabungnya nanopartikel-nanopartikel tersebut, tetapi ini berarti bahwa partikel-partikel ini tidak bisa terikat ke gugus obat yang mentargetkan lokasi penyakit. Metode Katti mengatasi masalah ini, karena lapisan yang terbentuk oleh zat-zat fitokimia menghentikan penggabungan nanopartikel tetapi masih memungkinkannya untuk berikatan dengan gugus-gugus obat.

Tim Katti telah menguji nanopartikel mereka untuk sel-sel kanker prostat dan kanker payudara. Mereka menemukan bahwa partikel-partikel tersebut memiliki afinitas yang sangat baik untuk reseptor-reseptor sel-sel kanker, yang berarti bahwa bisa digunakan dalam obat antikanker.

“Nanoteknologi hijau merupakan sebuah bidang yang baru muncul, yang menjembatani nanoteknologi dan ilmu alam,” kata Katti. “Proses kami sangat mungkin dilakukan dalam skala yagn lebih besar sehingga memungkinkan penemuan aplikasi medis dan teknologi nanopartikel emas yang lebih luas.”

Sumber : http://www.chem-is-try.org

Amerika Dibangun dari Emas Papua

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya.

Sumber : mediakata.blogdetik.com

Tips Memelihara Kilauan Mutiara

Kualitas sebuah mutiara memang ditentukan oleh seberapa tebal lapisan nacre yg dikeluarkan kerang untuk melapisi benda asing yg masuk ke tubuhnya. Namun, setebal apapun, mutiara masih lebih rapuh dibandingkan batu mulia. Karena itu hindarkanlah perhiasan mutiara dari parfum ataupun lotion, pasalnya kedua hal tersebut dpt mengurangi kilauannya.

Setelah memakai perhiasan mutiara, selalu ingat untuk kembali menyimpannya dalam kotak khusus yg antilembab, karena sama spt parfum atau body lotion, kelembaban dapat membuat mutiara terlihat kusam

Jika tidak memiliki kotak khusus, pastikan disimpan mutiara tsb dalam wadah kerin yg dilapisi kain. Namun jangan hanya meletakkannya begitut saja didalam kotak. Mutiara justru harus senantiasa digunakan karena keringat yg dikeluarkan tubuh bisa menambah kilaunya.

Jika mutiara terlihat kusam atau kotor, cucilah dengan air hangat yg sudah dicampur sabun. Jangan pernah membersihkannya dgn larutan kimia seperti amoniak ataupun deterjen karena akan merusak lapisannya. Selain itu hindari juga mengeringkannya dgn kain yg kasar

Simpan mutiara terpisah dari perhiasan lainnya. Hal ini dikarenakan mutiara sangat mudah tergores oleh logam ataupun batu batuan yg menghiasinya. Ingin mempertahankan keindahannya lebih lama, bungkus mutiara dgn kain lembut sebelum disimpan

Tips yg terakhir ini ditujukan bagi mereka yg ingin membeli mutiara. Dari segi asalnya, mutiara alam harganya lebih mahal dan biasanya dinyatakan dalam satuan karat, bukan berat. Sedangkan mutiara buatan diukur dari besar lingkarannya dlm satuan milimeter

(sumber : Sindo, Minggu 13 April 2008 by lesthia)

Pilihan Investasi : Tanah Atau Dinar?

Tulisan ini untuk me-respon banyaknya permintaan pembaca yang meminta saya membandingkan pilihan investasi apakah lebih baik investasi di tanah atau Dinar. Keduanya memiliki kesamaan yaitu harga yang memiliki trend naik dari waktu ke waktu. Keduanya juga bersifat proteksi nilai, artinya ketika nilai mata uang hancur karena inflasi – harga tanah atau Dinar akan otomatis naik.

Bedanya adalah kalau Dinar naik turunnya bersifat responsive bergerak setiap detik mengikuti pergerakan harga emas dunia yang dipengaruhi oleh sekian banyak isu-isu ekonomi. Kenaikan harga tanah secara umum bersifat gradual – tidak fluktuatif, tidak dipengaruhi secara langsung oleh isu-isu ekonomi sesaat. Grafik disamping menunjukkan perbedaan pola kenaikan harga tanah dengan Dinar.

Bedanya lagi, trend naik turunnya harga Dinar berlaku universal artinya kalau harga emas dunia naik secara umum kenaikan ini berlaku pula untuk harga Dinar di seluruh dunia – demikian pula sebaliknya bila harga turun. Tanah tidak demikian, di satu negara saja – harga tanah bisa sangat bervariasi kemungkinan naiknya. Jadi selain tingkat inflasi, lokasi juga sangat menentukan untuk tanah.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan investasi tanah dibandingkan Dinar :

1. Kenaikan harganya cenderung linier, tidak berfluktuasi.
2. Untuk lokasi yang prima, bisa naik lebih tinggi dari harga Dinar.
3. Supply bersifat fix (tidak mungkin tumbuh) sementara demand terus tumbuh.
4. Bisa diproduktifkan dan memberi hasil lebih dari sekedar investasi tanahnya.

Kelemahan investasi tanah dibandingkan Dinar :

1. Tidak terlalu likwid, belum tentu bisa jadi uang pada saat dibutuhkan.
2. Bila salah pilih lokasi, harga akan lamban naik.
3. Tidak ada standard harga.
4. Bila tidak diproduktif-kan akan cenderung menjadi beban (pajak, perawatan, penjagaan dlsb).

Kelebihan investasi Dinar dibandingkan tanah :

1. Dinar sangat likuid, bisa jadi uang kapan saja dibutuhkan.
2. Harga Dinar yang relatif standard dan trasparan karena mengikuti perkembangan harga emas dunia.
3. Relatif tidak ada biaya investasi yang dibutuhkan ( seperti kalau di tanah biaya jual beli, notaris, perawatan dlsb).
4. Mudah dijual belikan dalam pecahan-pecahan kecil sesuai dengan kebutuhan.

Kelemahan investasi Dinar dibandingkan dengan tanah:

1. Jangka pendek bisa saja rugi ketika fluktuasi harga lagi menurun.
2. Kemungkinan diproduktifkannya lebih rendah ketimbang tanah.
3. Risiko menyimpannya lebih tinggi dari risiko tanah.
4. Memerlukan pemahaman investasi yang lebih tinggi ketimbang tanah.

Dengan perbandingan tersebut diatas, Anda bisa memilih sendiri mana yang lebih sesuai untuk Anda. Bila Anda yakin keuangan Anda tidak masalah dalam periode investasi, dan juga yakin bisa memproduktifkan investasi tanah Anda – maka pilihan investasi tanah insyaallah akan lebih baik.

Sebaliknya bila ada kemungkinan Anda membutuhkan dana investasi kapan saja selama periode investasi, dan Anda tidak juga yakin bisa memproduktifkan atau menjual tanah Anda pada waktu dibutuhkan – maka investasi Dinar akan lebih aman untuk Anda. Wa Allahu A’lam.

Sumber : www.geraidinar.com

8 Alasan mengapa beralih ke Emas

Emas

  1. Penyimpan nilai terbaik dan anti inflasi. Pada zaman Nabi S.A.W., harga seekor kambing adalah 1 dinar. Pada zaman sekarang 1 dinar dapat membeli kambing dengan kualitas super. 1 dinar sekarang adalah kurang lebih 1.300.000 (1 Dinar = 4.25gram emas 22 karat).
  2. BERNILAI karena emas adalah logam mulia, walaupun emas jadi penyok, banyak goresan, patah tetap harganya tidak berubah selama beratnya masih sama. Jika anda mempunyai emas 22 karat dan beratnya 4,25 gram maka anda sudah memiliki 1 dinar walaupun tidak berbentuk koin.
  3. Berlaku di seluruh dunia sepanjang masa. Jika anda ingin membuka usaha di negara lain dengan membawa uang kertas Rupiah dan ternyata telah terjadi konflik sosial dan politik di negara Indonesia yang mengakibatkan Rupiah terpuruk maka pasti anda akan rugi karena nilai Rupiah jatuh. Bayangkan jika anda membawa emas, nilainya akan tetap atau bahkan sangat menguntungkan.
  4. Investasi paling terjamin dan menguntungkan. Ongkos naik haji tahun 1998 ialah 97 dinar tapi di tahun 2008 hanya perlu 26 dinar saja. Jadi anda tak perlu menambah uang bahkan dapat pergi haji bertiga plus ada sisanya.
  5. Kebanyakan pakar ekonomi adalah penyimpan emas. Mereka tahu tentang kelemahan uang kertas.
  6. Negara China adalah penyimpan emas terbanyak dunia. Semua keuntungan bisnis dibelikan emas. China akan menguasai perekonomian dunia karena memiliki cadangan emas terbesar.
  7. Peningkatan rata-rata 20-37% pertahun tanpa terkena inflasi. Sumber: www.kitco.com
  8. Tidak ada seorang pun yang bisa mempermainkan harga.

Uang

  1. Sewaktu-waktu terjadi inflasi. Contohnya Dulu nilai Rupiah (Rp) lebih tinggi dari Ringgit Malaysia (RM). Tetapi sekarang malah terbalik, 1 RM setara dengan kira-kira Rp 3.000
  2. Bernilai karena disahkan oleh pemerintah dan nilainya dicetak pada kertas. Coba saja belanjakan uang kertas yang sobek, banyak coretan sana sini, benang pengaman telah lepas, angkanya tidak nampak. Pasti tidak diterima oleh penjual.
  3. Nilai uang kertas kuat hanya dalam kondisi ekonomi membaik. Jika terjadi krisis maka nilainya akan jatuh. Contoh nyata ketika terjadi krisis tahun 1965 hingga pemerintah mengambil kebijakan sanering uang kertas ( Rp 1000 menjadi Rp. 1 ) yang membuat banyak orang jadi bangkrut. Dan krisis ekonomi tahun 1998 dimana Rupiah dari Rp 3.000 per dolar menjadi Rp. 15.000 per dolar.
  4. Kalau anda menabung selama 10 tahun untuk pergi haji dalam bentuk uang, maka anda harus menambah uang lagi dan hanya cukup untuk satu orang saja.
  5. Masyarakat banyak menyimpan uang di Bank untuk jangka panjang sedikit demi sedikit. Bank tidak menjamin terhindar dari inflasi. Padahal itu sangat tidak menguntungkan.
  6. Amerika negara pencetak uang kertas terbanyak dunia tanpa cadangan emas. Mereka menyangka dengan cara ini mata uangnya menjadi kuat. Lihat akibatnya saat ini ekonomi Amerika terpuruk.
  7. Inflasi rata-rata pertahun 10%. Deposito BCA baru 6% pertahun (susut 4%). Kerugian ini tidak nampak karena jumlah uang kita bertambah.
  8. Alat paling beresiko karena sanering uang kertas bisa saja terjadi. Tak takutkah anda jika Rp 100,000 anda di bank dibuang 3 kosong dibelakangnya menjadikan Rp 100 saja! Masih ingatkah anda dengan ulah George Soros yang mengakibatkan nilai tukar rupiah melemah. Tidak mustahil terjadi kembali.

Kisah Nyata Seseorang dari Cirebon

Ayah dan Ibu saya adalah pedagang kelontong dan 9 bahan pokok, th 1982 Ayah saya meninggal dunia dan th 1985 ibu saya menyusul / meninggal dunia pula, ketika ibu meninggal dunia saya berumur 2 tahun, saya adalah anak laki-laki satu-satunya. nama saya Udin.

Ketika saya dewasa umur 22 tahun / 20 tahun kemudian, tepatnya tahun 2005 saya bermaksud merehab rumah peninggalan dari orang tua saya, saya kaget karena dibelakang lemari tua, saya menemukan uang logam rupiah seluruhnya berjumlah Rp 4.000.000 yang ditempatkan di 4 kaleng susu yang sudah karatan.

Ketika saya mengikuti ceramah tentang Mata Uang Islam Dinar & Dirham saya memperoleh pengetahuan bahwa jika th 1985 uang Rp 4 juta oleh ibu saya dibelikan emas yg pada waktu itu harga pergramnya Rp 4.000. maka ibu saya meninggalkan emas untuk saya 1000 gram / 235 keping dinar. Artinya sayapun baru menyadari bahwa seandainya uang peninggalan dari ibu itu berupa uang yg bahan dasarnya emas seperti Dinar maka di th 2005 nilainya telah menjadi Rp 200.000.000. karena harga emas pergram th 2005 Rp. 200.000 Saudara saya mengkisahkan Th 1985 dg uang Rp. 4.000.000,- bisa membangun rumah besar dengan menghabiskan semennya saja 200 zak semen gresik.

sumber : www.nurdinar.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Belajar Bisnis di Internet

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.