Inflasi ?, Siapa Takut…?

Salah satu momok perekonomian yang menyengsarakan rakyat adalah inflasi, bahkan salah satu unsur di Index Kesengsaraan (Misery Index) yang saya tulis pekan lalu juga masalah inflasi ini. Betapa tidak menyengsarakan; lha wong momok inflasi ini menyerang ke siapa saja tanpa terkecuali.

Si embok di desa karena kemiskinannya hanya mampu membeli beras paling murah seharga Rp 2,500/kg tahun 2003 ; beras yang sama kini baru bisa dibeli dengan harga Rp 4,025/kg.

Pasangan muda yang lima tahun lalu melahirkan anak pertamanya dengan biaya Rp 5 juta; anak ketiganya yang lahir tahun ini, di rumah sakit yang sama dengan layanan yang sama harus dibayarnya dengan biaya lebih dari Rp 8 juta.

Kenaikan harga-harga secara umum ini dapat Anda hitung sendiri perkiraan kasarnya dengan menggunakan Index Harga Konsumen, yang antara lain datanya bisa kita peroleh dari situs resminya Bank Indonesia.

Dengan cara yang sama inflasi yang tercermin dari Index Harga Konsumen ini bukan hanya menyengsarakan kita semua saat ini, tetapi juga bisa menyengsarakan kita di masa-masa mendatang bila tidak kita pahami dan atasi dari sekarang.

Mengapa demikian ?, Bila selama ini tabungan kita memberikan hasil 6 % misalnya di bank, bertambahkah uang kita setelah lima tahun misalnya ?. Angkanya memang bertambah, tetapi karena Indek Harga Konsumen mengalamai kenaikan rata-rata 8.75% per tahun selama 5 tahun terakhir – maka sejatinya daya beli tabungan kita tersebut bukannya bertambah – malah berkurang.

Demikian-pula berbagi bentuk investasi kita lainnya; kalau selama ini angkanya kelihatan besar – coba Anda kurangkan dengan kenaikan Index Harga Konsumen; masihkah angkanya positif ?; kalau masih positif, masihkan angkanya cukup menarik untuk Perencanaan Keuangan Anda jangka panjang ?.

Namun sebenarnya inflasi ini bisa dengan relatif mudah kita lawan, yaitu bila tabungan kita berupa benda riil yang apresiasi nilainya melebihi inflasi.

Dinar adalah salah satu contoh saja dari benda riil yang bisa mengalahkan inflasi ini; dari grafik dan data tersebut diatas, kita tahu lima tahun terakhir Dinar mengalami apresiasi nilai ratra-rata 20.32% sedangkan Inflasi rata-rata ‘hanya’ 8.75%.

Dinar memberikan hasil investasi yang jelas lebih dari cukup untuk mengimbangi melonjaknya harga-harga barang dan jasa karena inflasi seperti dalam beberapa contoh kasus tersebut diatas.

Jadi, tools untuk melawan inflasi ini sungguh ada…tinggal kita mau gunakan atau tidak, ini sepenuhnya terserah kita, Wa Allahu A’lam.

Written by Muhaimin Iqbal
Sumber : www.geraidinar.com

Investasi Emas Ala Antam

Selain di toko-toko khusus penjualan perhiasan, peminat emas kini bisa membeli langsung logam mulia ini ke produsennya PT Aneka Tambang Tbk. Perusahaan BUMN ini menawarkan beragam investasi emas mulai 1 gram hingga jenis batangan yang kiloan.

Investasi emas sangat strategis untuk investasi jangka panjang. Emas juga dinilai lebih aman ketimbang valas dan saham karena tidak terlalu fluktuatif. Apalagi harga emas juga cenderung naik karena kebutuhan emas dunia yang terus meningkat.

Investasi emas juga paling praktis karena bisa dilakukan semua golongan mulai dari ibu rumah tangga, pekerja bergaji pas-pasan atau profesional karena emas bisa dibeli mulai dari 1 gram.

Namun investasi emas tidak cocok untuk jangka pendek seperti saham dan valas karena pergerakannya tidak seatraktif saham atau valas. Kenaikan harga emas cenderung pelan untuk jangka pendek.

Merespons tingginya animo masyarakat terhadap logam mulia, Antam sejak beberapa tahun terakhir telah membuka gerai khusus untuk pembeli ritel.

Gerai logam mulia Antam, merupakan salah satu pasar spot emas yang bisa digolongkan tempat yang tepat untuk melakukan transaksi emas.

"Kami menyediakan berbagai fasilitas transaksi emas," ujar VP Logam Mulia Antam, Tuti Kustiningsih saat ditemui detikFinance usai RUPS Tahunan Antam di kantornya, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

Tuti mengatakan, gerai logam mulia Antam menerima transaksi emas mulai dari 1 gram hingga kiloan. Secara umum, kategori transaksi emas Antam digolongkan menjadi dua.

"Pertama, small bar. Kedua, kilo bar," jelas Tuti.

Ia memaparkan, kategori small bar adalah emas yang memiliki berat mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sedangkan untuk emas yang memiliki berat mulai dari 1 kilogram ke atas disebut kilo bar.

"Kami menyediakan komoditas emas batangan sampai perhiasan, seperti cincin, liontin dan sebagainya. Semua bisa ditransaksikan di gerai kami," ujar Tuti.

Transaksi emas di gerai Antam menjadi cukup likuid. Rata-rata volume transaksi emas Antam mulai dari 5-20 kilogram per hari. Nilai transaksinya sekitar Rp 500 jutaan per hari.

"Itu untuk yang ritel. Kebanyakan pelaku transaksi emas harian di gerai kami memang ritel. Tapi sekali dua kali seminggu ada juga yang sekali transaksi mencapai puluhan sampai ratusan kilogram," ujarnya.

Tuti mengatakan, investasi emas cukup diminati karena memang nilai emas cenderung mengalami kenaikan. Meski demikian, Tuti mengingatkan investasi emas memiliki karakteristik berbeda dengan investasi pasar modal.

"Investasi di emas jangan seperti investasi saham yang cenderung untuk jangka pendek. Investasi emas cocok untuk investasi jangka panjang, karena untuk jangka panjang tren harga emas terus naik," ujar Tuti.

Menurut Tuti, bagi investor yang memiliki karakteristik mengejar marjin jangka pendek kurang cocok main di komoditas emas.

"Karena untuk jangka pendek, marjinnya tipis. Namun untuk jangka panjang, investasi emas sangat menarik karena harga cenderung bertahan namun trennya terus naik," jelas Tuti.

Nah, bagi anda yang tertarik investasi emas di gerai Antam, caranya tidak sulit. Anda cukup datang dan melakukan transaksi langsung di tempat.

"Langsung datang saja ke gerai kami, langsung bisa transaksi. Nanti akan mendapat sertifikat London Bullion Market Association (LBMA)," ujar Tuti.

Untuk transaksi tunai, Antam membatasi nilai transaksi maksimal sebesar Rp 50 juta dengan alasan keamanan.

"Maksimal transaksi tunai Rp 50 juta. Ini untuk alasan keamanan. Kalau transaksi tunai nilainya lebih dari itu, kan secara keamanan lebih berisiko," jelasnya.

Kendati demikian, Tuti melanjutkan, pelaku transaksi bisa melakukan transaksi dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit atau menggunakan fasilitas transfer bank untuk pembayarannya.

"Jadi sebenarnya tidak perlu bawa tunai. Bisa transfer juga kok," ujarnya.

Antam kini juga sedang menjajaki melakukan kerjasama memberikan fasilitas investasi emas dengan beberapa bank seperti Bank Syariah Mandiri, HSBC dan BRI Syariah.

"Jadi nanti pemilik rekening di bank-bank tersebut bisa langsung mengubah dananya di rekening masing-masing menjadi emas, tanpa harus datang langsung ke gerai. Namun ini masih penjajakan," ujarnya.

Gerai emas Antam juga menyediakan fasilitas penitipan emas yang ditransaksikan. Tujuannya agar pelaku transaksi tidak perlu repot-repot membawa emas yang akan ditransaksikan di sana.

"Kami punya tempat penyimpanan emas. Misalnya seperti ini, jika seseorang melakukan pembelian emas di gerai kami untuk tujuan investasi, ia tidak perlu membawa pulang emasnya, sehingga ketika ia ingin menjual emasnya karena harga sudah naik, ia bisa melakukan penjualan tanpa perlu membawa emasnya," papar Tuti.

Tertarik investasi emas di Antam, Anda bisa datang langsung ke:

PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia

Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi KM.18
Pulogadung, Jakarta 13210
Tel. (62 21) 475 7108
Fax. (62 21) 475 0665

Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Surabaya

Jl. Genteng kali 67 B
Surabaya
Tel. (62 31) 5491868; 5491723
Fax. (62 31) 5357480

Sumber : www.detikfinance.com

Trophy FIFA World Cup

Setelah Brazil memenangkan piala dunia yang ketiga kalinya di Mexico City tahun 1970, maka piala Jules Rimet tetap menjadi milik Brazil. Dengan demikian FIFA mengeluarkan tropy baru untuk Piala dunia ke-10 pada tahun 1974. Sebanyak 53 desain diterima FIFA dari para disainer profesional dari 7 negara, dan akhirnya pilihan jatuh pada hasil seorang seniman
Italia Silvio Gazzaniga.

Piala FIFA yang baru ini melambangkan semangat, dinamis, kebangkitan dan gambaran dua atlet yang membawa bola dunia sebagai lambang kemenangan.

Piala dunia sekarang tidak lagi menjadi hak milik tetap team atau negara yang memenangkannnya. Peraturan baru menyatakan bahwa piala yang asli akan sementara berada di negara yang memenangkannya hingga pertandingan piala dunia berikutnya. Selanjutnya sebagai gantinya akan diberi penghargaan berupa replikanya yang berlapis emas tapi bukan emas murni.

Piala baru ini memiliki tinggi 36 cm, terbuat dari emas 18 karat dan berat 6,175 kg. Dasar berisi dua lapis semi mulia perunggu sementara sisi bawah Trophy terukir tahun dan nama masing-masing pemenang Piala Dunia FIFA sejak 1974

Senjata Emas Milik Saddam Husein





9 Tips Memilih Cincin Kawin

Memilih cincin kawin yang berdesain indah, modern, nyaman dipakai, dan selalu sesuai untuk segala masa ternyata butuh kiat dan seni tersendiri.

Agenda memilih cincin kawin, pastilah sangat penting sekaligus menantang bagi setiap calon pengantin. Peran cincin kawin sebagai simbol ikatan cinta memang sangat signifikan dalam setiap upacara perkawinan. Tak heran bila pasangan capeng rela mondar-mandir, keluar masuk berbagai toko perhiasan sebelum akhirnya menemukan pilihan yang sesuai dengan selera, trend dan tentu sajaĆ¢€¦isi kantong.

Cincin telah mulai digunakan sebagai simbol ikatan cinta abadi sejak masa pemerintahan para Firaun di Mesir. Bentuknya yang melingkar sempurna tanpa memiliki ujung dan pangkal diidentikkan sebagai aliran cinta yang abadi tanpa henti. Kebiasaan ini sempat meredup pada era Romawi. Namun kembali popular dilakukan pada abad 18. Di era ini cincin belum dikenakan di jari manis seperti sekarang, melainkan dikenakan di jari tengah tangan kiri. Apa alasannya? Orang Romawi ternyata percaya terdapat pembuluh darah yang mengalir melewati jari tengah kiri langsung ke hati!

Mengiringi derasnya perkembangan dunia fesyen, cincin kawin mengalami berbagai inovasi yang luar biasa. Bentuknya yang semula hanya berupa lingkaran bulat sederhana, dari waktu ke waktu dipercantik dengan berbagai hiasan seperti ukiran, motif ataupun batu permata. Bahan dasarnya pun kini makin variatif. Jika mulanya yang dibuat dari bahan besi biasa, kini tersedia dalam berbagai variasi, seperti emas kuning, emas putih (platinum) dan titanium.

Khusus untuk jenis cincin yang dihiasi permata, hingga kini berlian yang melambangkan kemurnian dan keabadian cinta masih menjadi yang terfavorit.
Dua batu permata pilihan lainnya adalah ruby merah yang melambangkan hati, serta sapphire biru yang melambangkan kesetiaan.

Simple, bermotif atau berpermata?

Walau telah mengalami banyak perkembangan, cincin kawin pada dasarnya terdiri dari 3 model utama, yakni cincin berbentuk lingkaran polos tanpa ornament, cincin dengan hiasan satu atau beberapa permata, dan cincin yang dihiasi motif seperti sulur atau garis-garis.

Model lingkaran polos atau bermata satu, hingga kini masih digemari banyak calon pengantin. General Manager Benteng Jewellery, Sawito misalnya, mengatakan banyak calon pengantin tetap suka memilih model cincin kawin yang simple dan modern. Cincin berpermata satu, misalnya cocok untuk untuk seseorang yang memiliki kepribadian yang modern.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Desi Kristiana E, Brands Manager Frank Duet - The House of Wedding Ring by Frank & Co Jewellery. Saat ini model yang sedang digemari di kalangan calon pengantin adalah model yang simple, atau dihiasi dengan satu permata. Desi menambahkan belakangan ini juga muncul cincin kawin dengan hiasan berlian untuk pengantin wanitanya saja. Cincin pengantin pria tanpa batu berlian kini sedang digemari dan menjadi trend di Eropa, karena modelnya yang simple dan dapat menghindari kesan feminin pada pengantin prianya katanya mengimbuhkan.

Ada lagi yang model cincin yang frame-nya lebih tebal dengan berlian yang terletak pada bagian pinggir cincin. Model ini cocok untuk seseorang yang memiliki kepribadian unpredictable, unik dan berani beda, ujar Sawito. Anda yang berkepribadian unik dan suka bergaya dengan motif, dapat memilih cincin dengan ukiran, motif garir-garis atau sulur-sulur. Frank Duet memiliki seperti koleksi cincin dengan berbagai ornament motif seperti lubang-lubang, garis-garis, silang-silang ataupun sulur-sulur. Kata Desi.

Kuning atau Putih?
Tak hanya modelnya yang beragam, cincin kawin dewasa ini tersedia dalam berbagai jenis bahan dasar. Cincin kawin dari emas kuning yang sangat popular di masa oma-opa atau papa-mama kita dulu, kini telah tergeser oleh emas putih. Kini Anda juga dapat membeli cincin yang terbuat dari logam titanium. Permata penghiasnya pun makin variatif. Mulai dari berlian asal Belgia yang indah namun berharga tinggi, hingga kristal swarovski atau cubic zircon yang lebih ekonomis.

Pilihan harga pun cukup beragam, dengan kisaran harga terfavorit antara 3-10 juta. Di Frank Duet Anda bisa memilih koleksi cincin dari emas putih dan kuning dengan harga mulai dari Rp. 3 juta. Sementara di Benteng Jewellery, tersedia cincin dari emas putih dan kuning dengan harga mulai dari Rp. 5-10 juta.

Tips memilih cincin kawin

1. Sering-sering browsing ke toko-toko perhiasan atau melihat-lihat referensi di majalah. Sebaiknya mulai mencari sekitar 2 bulan sebelum hari pernikahan. Jadi Anda masih punya cukup waktu untuk mencari, berpikir-pikir dan melihat kembali cincin kawin yang diincar.

2. Atur budget. Anda dapat menyiapkan budget sekitar 3-10 juta.

3. Pikirkan 20 tahun ke depan.Jangan takut untuk tampil beda, tapi pastikan model yang dipilih adalah model yang masih ingin Anda kenakan sampai 20 tahun ke depan.

4. Pilih yang simple dan nyaman dipakai. Disarankan memilih cincin berwarna putih dan bentuk berliannya bulat. Karena tidak bersudut sehingga sinarnya lebih bagus.

5. Lakukan final fitting ukuran cincin di saat kondisi Anda tenang dan temperatur tubuh normal. Jangan melakukannya pada pagi hari. Jari akan sedikit membengkak, karena tubuh Anda masih mengandung garam yang tersimpan dari malam sebelumnya. Ukuran jari juga sedikit berubah setelah Anda berolah raga atau atau saat tubuh dalam keadaan panas dan dingin sekali.

6. Anda yang berjari kecil disarankan untuk tidak memakai cincin kawin yang berbentuk lebar.

7. Pilihlah cincin yang mudah dibersihkan, sehingga Anda dapat merawatnya sendiri. Jika model cincin Anda cukup rumit, pastikan toko perhiasan tempat Anda membelinya dapat memberikan jasa pencucian perhiasan.

8. Jika Anda mengenakan cincin platinum, hindari mengenakannya saat melakukan pekerjaan kasar atau berolah raga, karena platinum mudah tergores. Hindari pula mengenakan cincin kawin saat Anda bekerja dengan zat-zat yang mengandung klorin, seperti pemutih pakaian, pembersih bahkan desinfektan yang terkandung dalam kolam renang.

9. Pilihlah toko perhiasan yang memberikan jasa pembesaran atau pengecilan ukuran, pencucian dan pemolesan ulang.

Di mana Bisa Mendapatkannya?

Frank Duet - The House of Wedding Ring by Frank & Co Jewellery.
Plaza Semanggi Lt. UG 25-27, Ph. (021) 2553 6752

Benteng Jewellery
Plaza Indonesia Lt. 2 no. 24-26, Ph. (021) 310 7606

Dikutip dari www.weddingku.com

EMAS SEBAGAI PENANGKAL INFLASI

Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya.

Menurut keparahannya, ada tiga tipe inflasi:

1. Inflasi Moderat, yaitu apabila laju inflasi hanya berada di bawah dua digit per tahun (di bawah 10 persen)

2. Inflasi Ganas, yaitu apabila laju inflasi berada pada dua digit per tahun (10 persen - 99 persen)

3. Inflasi Hiper, yaitu apabila laju inflasi berada pada tiga digit per tahun (100 persen atau lebih)

Tulisan ini akan membahas tentang apa yang bisa Anda lakukan agar bisa menghadapi inflasi. Bila Anda bukan termasuk pengambil keputusan di pemerintahan, Anda mungkin tidak bisa ikut menurunkan tingkat inflasi. Yang bisa Anda lakukan sebagai individu, hanyalah bagaimana agar Anda bisa mengambil 'keuntungan' dari terjadinya inflasi tersebut. Bagaimana caranya? Saya menyarankan agar Anda melakukan investasi pada instrumen yang akan naik pesat apabila terjadi inflasi tinggi. Apa itu? Emas.

Ketika Cina diserbu Jepang pada masa Perang Dunia, rakyat Cina panik dan mereka berbondong-bondong menyerbu emas sehingga harga emas naik luar biasa. Di Indonesia, pada saat terjadi rush kebutuhan pokok di pasar swalayan pada 8 Januari 1998 (pagi hari sebelum pengumuman APBN oleh Presiden Suharto di hadapan DPR), harga emas juga langsung melonjak. Dalam selang satu dua hari saja, harga emas langsung naik kurang lebih sebanyak 1,5 kali. Dan harga tersebut, walaupun secara fluktuatif, cenderung naik terus waktu itu --sebelum akhirnya turun lagi ketika inflasi kembali berada di bawah dua digit.

Fakta membuktikan, bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi kenaikan harga emas. Statistik menunjukkan bahwa bila inflasi mencapai 10 persen, maka emas akan naik 13 persen. Bila inflasi 20 persen, maka emas akan naik 30 persen. Tetapi bila inflasi 100 persen, maka emas Anda akan naik 200 persen. Inilah kenapa Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Ini karena emas dipercaya sebagai investasi penangkal inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin baik kenaikan nilai emas yang Anda miliki. Tetapi, patut dicatat bahwa harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah, bahkan cenderung sedikit menurun apabila laju inflasi di bawah dua digit. Jadi, emas hanya akan bagus bila terjadi inflasi moderat (dua digit), dan akan lebih bagus lagi bila terjadi inflasi hiper (tiga digit). Investasi emas

Emas tersedia dalam beberapa pilihan. Beberapa di antaranya yang paling dikenal adalah emas perhiasan dan emas batangan. Satu yang juga mulai populer di Indonesia adalah koin emas.

Bila Anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau bentuknya emas perhiasan. Ini karena kalau Anda datang ke toko dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas plus ongkos pembuatannya. Nah, ketika suatu saat Anda menjualnya kembali, maka toko tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Ia hanya akan membayar harga emasnya saja. Malah, masih untung sebetulnya kalau toko mau menerima emas perhiasan Anda. Beberapa toko kadang-kadang menolak penjualan emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku lagi apabila dijual. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut.

Karena itu, investasi dalam bentuk emas perhiasan lebih untung kalau disimpan untuk jangka panjang. Karena biasanya harga emas Anda sudah naik jauh dibanding ketika Anda membelinya.

Emas perhiasan tersedia dalam berbagai macam karat, di antaranya 18 - 24 karat. Untuk investasi, alangkah baiknya bila Anda memilih emas perhiasan senilai 24 karat. Ini karena kemungkinan emas perhiasan Anda bisa dijual kembali jauh lebih besar dibanding emas perhiasan yang 18 karat. Sekali lagi, investasi dalam bentuk emas perhiasan biasanya baru akan memberikan hasil yang menguntungkan dalam jangka panjang, bukan jangka pendek.

Investasi emas yang menurut saya cukup baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia). Emas ini cukup baik bila dijadikan investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan -berbeda dengan emas perhiasan- mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.

Lainnya adalah Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji.

Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.

Koin Emas ONH dapat dibeli dan dijual kembali di cabang-cabang PT Pegadaian di seluruh Indonesia, toko emas, dan unit pengolahan dan pemurnian logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Ukurannya mulai dari berat 1, 5, dan 10 gram.

Oleh: Safir Senduk
Sumber : http://www.perencanakeuangan.com

Tips Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih

Seperti kita ketahui dari beberapa jenis logam mulia, emas merupakan logam mulia yang paling banyak dicari dan digemari. Karena emas selain bisa digunakan sebagai sarana investasi dan lindung nilai harta Anda dari pengaruh inflasi, emas pun bisa digunakan sebagai perhiasan (dipakai). Dan untuk memulai membeli emas, tentunya Anda harus mengetahui tujuan Anda dalam membeli emas tersebut, apakah untuk investasi atau untuk dipakai?. Bila untuk investasi belilah emas batangan atau emas koin, dan bila untuk dipakai tentunya beli emas perhiasan yang Anda sukai. Lalu bagaimana tips cerdas membeli emas batangan, emas perhiasan dan emas putih? Bisa Anda baca tips berikut:

Tips Cerdas Dalam Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih

1. Pertama lihat kurs harga emas saat ini
Tentunya sebelum membeli emas, Anda bisa mengecek berapa harga emas pasaran hari ini, bisa melalui surat kabar, website Harga-Emas.com, website pegadaian di Pegadaian.co.id ada menu dihalaman utamanya tentang harga emas sekarang, bertanya ke toko emas atau menghubungi bagian penjualan PT.Logam Mulia yang merupakan divisi dari PT. Antam Tbk – produsen emas di Indonesia, pada tiap hari kerja senin sampai jumat di logammulia.com. Dan bila Anda membeli emas hari sabtu atau minggu tentunya Anda bisa mencari informasi patokan harga emas hari jumat sorenya.

2. Perhatikan keadaan emas yang Anda beli
Bila yang Anda beli adalah emas perhiasan untuk dipakai, tentunya Anda bisa memilih model yang disukai dan juga perhatikan keadaan perhiasan emasnya, masih bagus atau ada cacatnya.

Bila yang dibeli perhiasan emas yang ada permatanya, perhatikan permatanya apakah ada cuil, goresan dan lainnya, karena tentunya bila Anda menjualnya kembali, toko emas akan mengeceknya dahulu dan mempengaruhi harga jualnya.

Bila yang dibeli adalah bentuk gelang dan kalung, pilihlah kunci gelang atau kunci kalung yang buatan mesin, yaitu yang berbentuk hurus S atau disebut dengan toogle. Sedangkan kunci yang buatan tangan biasanya bentuknya pencet-pencetan dan terkadang menjadi lemah bila sudah sering dipakai (buku tutup) dan sudah berumur lama.

Dan lihat juga tampilan emasnya, belilah emas yang bersih sekali, karena kadang-kadang ada warna hijau pada pori-pori bagian tertentu. Mungkin saja toko penjual perhiasan bilang ini adalah hal biasa, tapi sebenarnya tidak, emas ini belum dicuci dengan benar. Di emas tersebut masih tertinggal sisa kimia yang bisa menyebabkan alergi pada kulit orang pemakainya, yang menyebabkan gatal-gatal, dll.

3. Tanyalah Kadar kemurnian Emasnya
Berikut adalah Kadar kemurnian Emas menurut standar internasional:
- Emas 24 karat adalah emas murni (99.99%)
- Emas 22 karat memiliki komposisi 91.7% emas dan dicampur bahan lain 8.3%, biasanya bahan perak
- Emas 20 karat memiliki kompoisis 83.3% emas
- Emas 18 karat memiliki komposisi 75% emas
- Emas 16 karat memiliki komposisi 66.6% emas
- Emas 14 karat memiliki komposisi 58.5% emas
dan emas 9 karat memiliki komposisi 37.5% emas

Tapi karena kita tinggal di indonesia, standar kadar emas di toko emas di indonesia agak berbeda. Emas 24 karat adalah 90% emas, Emas 23 karat adalah 70% emas, emas 22 karat adalah 40% emas dan yang lainnya.

Bisa dilihat ada selisih karat yang jauh berbeda. Sistem jual beli emas di pasar kita (pasar tradisional – toko emas) memang cukup memprihatinkan karena tidak ada sistem dan standar yang menjadi konsistensi harga, berat maupun kadarnya.

Lalu bagaimana dengan membeli emas putih? Emas putih merupakan emas murni yang dicampur bahan logam lain yang memiliki kadar yang berbeda-beda, biasanya hingga 70%. Ada yang bilang emas putih itu adalah platinum, tapi karena harga platinum mahal sekali, maka di indonesia jarang sekali yang menjualnya.

Nah pilihanya, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya. Lihat contoh pada gambar.

Emas Bersertifikat

Lalu dimana tempat untuk membeli emas batangan dengan kadar 99.99% bersertifikat? Anda bisa membelinya diprodusennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui Tempat Pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya.

4. Simpan nota pembelian emasnya karena akan diperlukan bila akan dijual kembali.
Hal ini dikarenakan tidak semua pembeli emas, baik dijual ditoko atau ditempat lainnya, ahli dalam menentukan kadar emas tersebut. Karena untuk mengecek kadar emas memerlukan waktu dan teknologi yang belum tentu tersedia di tempat Anda menjualnya. Dan bila mungkin, jual-lah emas kembali di tempat Anda membelinya, karena tentunya akan lebih mudah dan tidak ada banyak pertanyaan seputar emasnya.

Nah berapakah nilai emas saat dijual?
Tergantung dimana Anda menjualnya, bila di Pegadaian mereka menggunakan sistem gadai, maka emas Anda hanya dinilai hingga 90% dari kurs beli pegadaian saat itu.
Bila ditoko emas, biasanya dipotong Rp.5000/gram dari harga beli. Dan bila di PT.Logam Mulia – Divisi penjualan emas PT.Antam.Tbk, Anda bisa melihat di website logammulia.com untuk harga beli kembali per-gramnya.

Sumber :http://arifjiddan-inspirasi.blogspot.com/

Ingin mengetahui lebih banyak tentang investasi emas? 

Beberapa Pilihan Dalam Berinvestasi Emas

Kita lanjutkan lagi topik investasi emas kita. Kali ini kita akan membahas berbagai bentuk emas yang bisa anda pilih sebagai investasi. Secara umum kita dapat membagi investasi emas menjadi dua, yaitu berinvestasi dengan emas murni dan emas tidak murni. Emas murni adalah emas yang kandungannya 24 karat atau 99,9% , sedangkan emas yang tidak murni, adalah emas yang sudah dicampur atau dilebur dengan logam lain, sehingga memiliki kadar emas dibawah 24 karat. Mungkin ada yang belum tahu karat. Karat adalah ukuran kadar emas dalam suatu campuran logam. Emas murni memiliki kadar 24 karat atau 100% (karena sangat susah mendapatkan 100%, maka ukuran 99,9% masih dianggap emas murni). Emas perhiasan seringkali bukanlah emas murni, karena emas murni memiliki kekerasan yang kurang, sehingga dicampurkan dengan logam lain untuk mendapatkan kekerasan yang diinginkan dan warna yang sesuai. Emas perhiasan bisa berkadar 18 karat yang artinya mengandung 75% emas, dan 25 % logam lain. Bisa juga 22 karat yang berarti 91,67%. Semakin tinggi kadar karat emas, semakin tinggi harga emas tersebut.

Kalau anda berinvestasi emas dengan tujuan murni berinvestasi, saya sarankan memilih emas murni 24 karat untuk berinvestasi. Karena akan menjadi lebih mudah bagi kita menaksir nilai emas kita sebenarnya dan menjualnya kembali. Selain itu kita tidak akan kehilangan nilai investasi kita karena adanya ongkos produksi yang tinggi terhadap emas tersebut. Sedangkan menurut bentuknya, kita dapat berinvestasi emas dalam bentuk :
1. Perhiasan
2. Lantakan
3. Koin
4. Perangko
Kita dapat memilih emas tersebut sebagai alat untuk berinvestasi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

Emas Perhiasan

Saya kira, semua sudah tahu atau mengenal perhiasan emas. Masih perlu dijelaskan lagi ? (hehehe .. sudah, mari kita kunjungi toko emas, dan lihat saja ada apa disana, ok?). Memang salah satu fungsi utama emas adalah sebagai perhiasan yang merupakan perlambang keindahan dan kemakmuran. Ada berbagai pilihan perhiasan dari emas, mulai dari yang sehari-hari digunakan terutama oleh para wanita, sampai dengan pemanis ornamen-ornamen barang seni. Yang perlu kita perhatikan dalam berinvestasi emas melalui perhiasan adalah, warna perhiasan, kandungan karat emas, ongkos pembuatan, dan kemudahan untuk menjual emas itu kembali.

Warna perhiasan emas bisa berbeda, tergantung kadungan logam lain yang dicampurkan dengan emas, oleh karena perbedaan warnanya itu, kita mengenal adanya emas merah, emas kuning, emas putih, emas hijau, emas biru, emas jingga, emas coklat, emas abu-abu, emas ungu, dan emas Koch ( hehehe .. ). Sedangkan kadar emas juga sangat berpengaruh terhadap kualitas dan harga emas perhiasan tersebut. Kadar yang semakin tinggi akan mengakibatkan harga emas juga semakin tinggi. Bahkan kalau anda menjual perhiasan emas anda kembali, seringkali emas perhiasan anda hanya dihargai sejumlah emas yang terkandung, bukan bentuk dan batu-batu perhiasan yang menempel. Yang perlu anda ketahui, ketika membeli emas perhiasan, harga emas perhiasan itu juga termasuk ongkos pembuatannya. Ongkos pembuatan bisa berbeda-beda, tergantung metode pembuatannya, dan fungsi dari emas tersebut. Semakin tinggi nilai seninya, biasanya ongkos pembuatan emas itu menjadi lebih tinggi.

Kemudahan dalam menjual kembali emas adalah menjadi hal yang penting kita perhatikan. Usahakan membeli emas perhiasan dari toko yang sudah memiliki reputasi terbaik di suatu tempat. Seringkali kita sulit menjual kembali emas perhiasan kita bahkan di toko kita membelinya karena toko tersebut tidak terpercaya, kandungan emas yang tidak konsisten, dan campuran emas yang tidak baik. Selain itu coba perhatikan kebiasaan toko perhiasan emas tersebut, bagaimana harga jual kalau suatu saat kita menjual kembali emas kita ke toko tersebut. Ada toko emas yang membeli perhiasan kita seharga kuitansi pembelian kita ditoko itu dikurangi beberapa ribu, dan ada toko emas yang menghargai emas kita sesuai harga emas yang sekarang, dengan dikurangi beberapa ribu rupiah. Saya sarankan, anda memilih toko yang membeli kembali emas perhiasan anda sesuai harga standar emas sekarang, karena harga emas cenderung naik. Anda akan rugi, kalau misalkan 5 tahun yang lalu anda membeli emas dan sekarang ingin menjualnya kembali, tetapi menggunakan harga emas 5 tahun yang lalu, itupun masih dikurangi beberapa ribu.

Sumber : http://www.investasigo.com

Toilet dari Emas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Belajar Bisnis di Internet

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.