Membeli Emas Bagaimana Zakatnya?

Tanya:
1. Jika saya membeli emas, apakah zakatnya dikeluarkan sesaat setelah membeli atau bagaimana hukumnya?
2. Jika dikeluarkan sesaat setelah membeli, apakah apabila telah melewati masa setahun harus dikeluarkan lagi zakatnya sebesar 2,5 persen. (Wawan, Bandung)

Jawab:

Pada dasarnya setiap harta yang kita milikiitu wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi syarat. Syaratnya yang paling utama adalah memenuhi ketentuan nisab dan an-namaa (berkembang atau bertambah). Berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib dan Daruquthni dari Umar Ibnu Syuaib, nisab emas adalah 20 misqal atau 20 dinar, yang nilainya sepadan dengan 85 gram emas.

Jika Anda memiliki emas kurang dari nisab, misalnya hanya 10 gram, maka Anda tidak dikenai kewajiban membayar zakat atas emas tersebut. Sedangkan bila Anda memiliki emas dengan berat sama atau lebih dari nisab, misalkan 100 gr emas, maka Anda wajib mengeluarkan zakatnya senilai 2,5 persen.

Adapun persyaratan lainnya adalah an-namaa (berkembang), misalkan harta tersebut diperjualbelikan atau diperdagangkan. Nah, apabila tidak diperdagangkan (misalnya hanya disimpan atau dipakai saja), maka tentu saja tahun berikutnya Anda tidak perlu mengeluarkan zakatnya. (Tim dompet Dhuafa)

Jika artikel ini bermanfaat silahkan berbagi dengan teman anda dengan menekan tombol di bawah ini

Keuntungan Berkebun Emas

Harga emas memang amat menyilaukan. Beberapa tahun terakhir ini ada kecenderungan banyak orang beralih dari menyimpan uang menjadi menyimpan emas. Hal ini dipicu oleh mulai berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem ekonomi saat ini. Nilai tukar uang selalu berubah-ubah, likuidasi sejumlah bank nakal, isu sanering atau redenominasi rupiah , semua itu hanya menambah daftar hitam sistem ekonomi kita. 

Emas dipercaya menjadi salah satu pilihan yang tepat karena nilainya selalu stabil dan tidak terkena inflasi. Karena berbentuk logam, banyak pula cara orang menyimpannya. Mulai dari cara yang tradisional hingga cara moderen.

Rulli bukan investor emas biasa. Ia memainkan jurus investasi emas yang berbeda dibandingkan dengan investor emas pada umumnya. Jurus ini menghasilkan keuntungan emas yang lebih berkilau ketimbang cara-cara investasi tradisional.

Mantan Manager teknologi informasi pada salah satu perusahaan ini menyebut jurusnya sebagai “Berkebun Emas”. Metode yang dia temukan pada 2007 lalu itu melibatkan perbankan syariah dan Pegadaian. Cuma agar bisa memanen untung dari jurus ala Rulli ini, calon investor harus siap berinvestasi jangka panjang, paling tidak selama dua tahun sampai tiga tahun.

Rulli menyarankan, sebaiknya investor berinvestasi emas batangan berkadar 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,99%. Pasalnya, dia menilai keabsahan kualitas dan kadar emas batangan sangat terjamin dengan adanya sertifikat.

Sebenarnya metode Rulli cukup sederhana. Kalau mau meniru dia, setelah membeli batang emas yang pertama anda harus menggadaikan emas itu ke bank syariah atau pegadaian. Tentu anda harus memilih tempat gadai yang memasang biaya gadai paling murah. Maklum setiap bank syariah atau pegadaian memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda atas layanan gedai emas ini.

Menurut Rulli, tempat gadai yang seharusnya menjadi pilihan adalah bank syariah yang memberikan nilai gadai paling tinggi tapi mengenakan biaya sangat rendah. Nah hasil penelusuran Kontan, tempat gadai ideal untuk berkebun emas ini adalah Bank Jabar Banten Syariah.

Setelah menggadaikan emas tadi, anda akan mendapatkan dana segar dari bank. Dana tersebut harus anda pakai untuk membeli emas yang kedua ini juga harus anda gadaikan. Tentu anda harus merogoh kocek tambahan karena dana gadai dari bank hanya berkisar 60%-80% harga yang digadaikan. Langkah ini kudu anda lakukan berulang-ulang hingga merasa cukup.

Tapi ingat, anda tak boleh menggadaikan emas yang terakhir. Sebab emas terakhir ini kan menjadi modal anda untuk menebus satu demi satu emas yang anda gadaikan saat harga naik. Karena itu, Rulli menyebutnya sebagai kunci harta karun.

Kapan saat yang tepat bagi anda memanen kebunemas? Rulli menyarankan penjualan kunci harta karun dan emas-emas sebelumnya baru dilakukan setelah ada kenaikan harga minimal 30%. Jika anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai "Berkebun Emas" ala Rulli Kusnandar klik di sini.

logam-mulia.blogspot.com

Kelantan Malaysia mulai gunakan Dinar Dirham

Sebuah negara bagian Malaysia telah membolehkan masyarakat untuk menggunakan koin emas dan perak di toko dan restoran untuk menghidupkan kembali praktek perdagangan dari masyarakat Islam awal, kata seorang pejabat mengatakan Jumat ini (13/8).

Uang koin Dinar emas dan dirham perak memberikan alternatif lain dari mata uang Malaysia, ringgit, di negara bagian timur laut Kelantan, yang dikuasai oleh Partai Islam Semalaysia (PAS).

Nilai dari mata uang yang digunakan di Kelantan dapat berfluktuasi sesuai dengan harga pasar, namun para pejabat mengatakan hal itu tetap merupakan alternatif yang lebih baik daripada menggunakan mata uang dipengaruhi oleh dolar AS dan mata uang asing lainnya.

Pihak berwenang Kelantan juga mengatakan penggunaan koin tersebut didorong oleh Al-Quran.

Pejabat negara telah menghasilkan uang senilai $ 630.000 untuk penggunaan di sekitar 1.000 outlet di ibukota Kelantan, kata Nik Mahani Mohamad, direktur eksekutif dari Kelantan Golden Trade, yang memproduksi koin dinar dirham.

"Ini adalah saat yang amat sangat hebat bagi umat Islam," kata Nik Mahani. "Kami menyediakan alternatif berarti bagi rakyat untuk perdagangan dengan dinar dan dirham."

Koin dinar dirham masuk ke sirkulasi pasar Kamis kemarin dan dapat dibeli di berbagai lokasi di Kelantan. Harganya saat ini bernilai sekitar $ 180 per dinar dan $ 4 per dirham.

Pemerintah negara juga berencana untuk memberikan karyawan pilihan untuk menerima sebagian dari gaji mereka dalam mata uang ini, serta memperkenalkan emas batangan untuk investasi besar. Umat Islam yang ingin bersedekah juga dapat membayar dengan koin Dinar dirham.

PAS telah telah memerintah Kelantan sejak tahun 1990. Beberapa kebijakan mereka yang selama bertahun-tahun termasuk melarang perjudian, hiburan malam dan konser musik rock, dan mewajibkan karyawan negara muslim wanita mengenakan jilbab di tempat kerja.

Sumber : eramuslim.com

Sanering, Redenominasi haruskah?

Tidak terasa mata uang kita mengalamai inflasi rata-rata 10% per tahun. Dampak dari hal itu adalah kenaikan harga-harga sedikit demi sedikit. Dahulu masih sedikit orang yang menjadi jutawan, tetapi saat ini banyak sekali jutawan. Coba anda cek orang-orang di sekitar anda. Dapat dipastikan mereka rata-rata gajinya di atas satu juta perbulan. Tapi apakah gaji jutaan itu bisa mencukupi kebutuhan hidup? sebagian besar tidak. Makanya para suami banyak yang mengijinkan istrinya bekarja untuk menambah penghasilan.

Adalah konsekwensi logis dari mata uang yang terus mengalami inflasi akan bertambah terus nol-nya dari waktu ke waktu. Saya masih ingat waktu SD bisa makan semangkuk bakso hanya dengan uang logam  seratus rupiah. Mendapat uang jajan Rp 100 untuk anak SD sudah dianggap besar pada waktu itu. Sekarang untuk membeli semangkuk bakso harus menambah dua angka nol jadi  10.000. Anak kita diberi Rp 100 dipakai untuk mainan dan dibuang-buang tak berharga. Kapan harganya bisa kembali semula waktu saya SD dulu ya.

Untuk Rupiah, tiga angka nol yang pernah dibuang dengan susah payah tahun 1965/1966  pada masa  Presiden Soekarno yang dikenal dengan Sanering Rupiah , Eh... ternyata tiga angka nol tersebut 32 tahun kemudian kembali memenuhi angka uang kita bahkan kembalinya cenderung tidak cukup tiga angka nol, melainkan malah  menjadi empat atau bahkan lima angka nol. Mau bukti ?, lihat di dompet Anda – kemungkinan besar hanya uang dengan empat atau lima angka nol yang ada di dompet – karena yang nolnya hanya tiga kemungkinan sudah untuk bayar parkir,  masuk kencleng infaq atau diberikan ke Pak Ogah...

Akibat dari bertambahnya angka nol terus menerus tersebut, mengakibatkan rumitnya bertransaksi. Sistem komputerisasi perbankan harus menyediakan space lebih untuk menyimpan angka nol. Dibutuhkan lebih banyak tinta untuk mencetak angka nol. Dengan kata lain angka nol yang terlalu banyak mengakibatkan inefisiensi. Untuk itu dibutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan secara berkala untuk me-reset kembali agar angka-angka nol tersebut  kembali ke jumlah semula. Proses me-reset ini bisa melalui Sanering bila inflasi naik tak terkendali, atau melalui proses Redenominasi bila ekonomi sedang normal dan stabil. 

Dua kebijakan itu memang tidak populer di masyarakat, karena  pahit, menyakitkan, membingungkan  dan lain-lain. Tetapi menurut saya justru harus dilakukan dengan cepat dan tepat tanpa ragu-ragu. Karena  jika berlama-lama angka nol akan terus menghantui kita dan anak cucu kita. Apakah kita mau seperti negara Zimbabwe yang gajinya beratus-ratus juta atau bahkan milyaran per bulan tetapi hanya bisa membeli beberapa potong roti?

Bila dilakukan dengan berani dan cepat; rasa sakit tersebut tidak akan lama – namun setelah itu kita akan bersyukur telah melalui masa yang menyakitkan tersebut. Bayangkan bila tahun 1965 - 1966 pemerintah negeri ini tidak berani mengambil keputusan Sanering – Indonesia mungkin tidak akan pernah bisa membangun – dan bisa Anda bayangkan berapa angka nol uang kita sekarang ?.

Demikian pula bila pemerintah sekarang tidak berani mengambil keputusan untuk meng-implementasikan proses Redenominasi ini; berapa angka nol uang kita nanti ketika anak-anak kita dewasa sembilan belas tahun yang akan datang?. Jadi Redenominasi tetap harus dilakukan, masalahnya kapan dan siapa yang berani mengambil keputusan tidak populer tetapi perlu ini?

Bukan mustahil jika kebijakan ini tidak dilakukan nantinya anak cucu kita berpenghasilan Milyaran Rupiah tetapi tergolong miskin, lantaran uang sebanyak itu hanya bisa membeli beberapa kilogram beras. Dan mata uang kita menjadi bahan lelucon negara negara lain.


logam-mulia.blogspot.com

Jika artikel ini bermanfaat silahkan sharing ke teman Anda melalui tombol di bawah ini:
Bookmark and Share
Baca artikel terkait lainnya :
1. Sanering dan Redenominasi apa bedanya?
2. Sanering uang kertas di era Soekarno
3. Mari kembali ke uang dinar dan dirham
4. Cara berinvestasi emas

Sanering dan Redenominasi Apa bedanya?

Wacana penyederhanaan nominal uang atau Redenominasi yang dilemparkan oleh Bank Indonesia telah menimbulkan polemik di masyarakat. Banyak kalangan merasa takut nilai uang mereka menjadi tidak laku. Namun ada juga kalangan yang menyambut baik hal ini dengan alasan agar mempermudah dalam transaksi.

Untuk mencegah salah pengertian antara redenominasi dengan sanering, Bank Indonesia menjelaskan perbedaannya secara rinci. Begini rinciannya.

1. Pengertian.
Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.
Sanering berasal dari bahasa Belanda yang artinya penyehatan, pembersihan atau reorganisasi. Dalam istilah moneter Sanering diartikan pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang, misal Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun.

2. Dampak bagi masyarakat.
Pada redenominasi, tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama.
Pada sanering, menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis.

3. Tujuan
Redenominasi bertujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakuan transaksi.Tujuan berikutnya, mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional.
Sanering bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi (inflasi yang sangat tinggi).

4. Nilai uang terhadap barang.
Pada redenominasi nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan.
Pada sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya.

5. Kondisi saat dilakukan.
Redenominasi dilakukans saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali.
Sanering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi (hiperinflasi).

6. Masa transisi
Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Sanering tidak ada masa transisi dan dilakukan secara tiba-tiba.

7. Contoh untuk harga 1 liter bensin seharga Rp 4.500 per liter.

Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka nol), maka dengan uang sebanyak Rp 4,5 tetap dapat membeli 1 liter bensin. Karena harga 1 liter bensin juga dinyatakan dalam satuan pecahan yang sama (baru).
Pada sanering, bila terjadi sanering per seribu rupiah, maka dengan Rp 4,5 hanya dapat membeli 1/1000 atau 0,001 liter bensin.

Itulah tujuh perbedaan antara Sanering dan Redenominasi. Indonesia pernah mengalami Sanering pada tahun 1959 di masa Presiden Soekarno. Kebijakan waktu itu telah menimbulkan kekacauan karena uang yang dimiliki masyarakat menjadi tidak bernilai seperti semula.

Redenominasi belum pernah kita alami. Namun sebagian besar pakar ekonomi menilai jika kebijakan ini diterapkan maka tidak akan mengurangi daya beli masyarakat, karena penyederhanaan nilai nominal dibarengi pula dengan penyederhanaan harga barang. Redenominasi sangat tepat dilakukan masa sekarang karena perekonomian sedang normal dan stabil.

Karena itu, bank sentral meminta masyarakat tidak perlu resah dan gelisah dengan wacana tersebut. Apalagi, jika nantinya disepakati, baru akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.

Emas Logam Mulia
http://logam-mulia.blogspot.com

Bookmark and Share

Baca artikel terkait lainnya :
1. Sanering uang rupiah
2. Delapan alasan mengapa kembali ke Emas

Gadai Emas di Pegadaian Meningkat 10 Persen Jelang Puasa

Menjelang Ramadan, aktivitas masyarakat di pegadaian dan koperasi meningkat 10 persen dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini disebabkan meningkatkan kebutuhan masyarakat saat memasuki bulan puasa.

"Kalau saat ini peningkatannya masih 10 persen. Nanti 15 hari sebelum lebaran, peningkatan nasabah maupun jumlah transaksi bisa dua kali lipat," kata Puryoto, Kepala Kantor Pegadaian Wilayah Makassar kepada Tempo.

Dia mengatakan, transaksi yang terbanyak adalah gadai emas dan akan mencapai puncaknya 15 sebelum hari puasa maupun hari raya. Dengan pengalaman itu, Kantor Wilayah Pegadaian Makassar menyiapkan dana Rp 600 miliar memasuki bulan Ramadan ini. Persediaan dana ini meningkat Rp 100 miliar dibanding tahun lalu.

"Ini terutama kami siapkan untuk transaksi gadai emas yang paling banyak diminati masyarakat," kata dia. "Berapapun transaksi yang terjadi, kami berusaha menyanggupi."

Selain jelang Ramadan, ucapnya, biasanya transaksi gadai emas meningkat menjelang tahun ajaran baru sekolah, dan hari raya natal. "Di hari-hari seperti itu, biasanya pertumbuhan nasabah juga naik 10 persen," katanya.

Dikatakan, transaksi jasa gadai emas mendominasi mencapai 98 persen, selebihnya merupakan gadai barang elektronik maupun kendaraan bermotor.  Saat ini, harga gadai emas 23 karat di kantor pegadaian mencapai Rp 340 ribu per gram.

"Kami perkirakan, dengan jumlah cabang yang ada di Sulawesi Selatan yang mencapai 250, ada sekitar Rp 20 miliar transaksi yang terjadi dalam sehari," ujarnya.

Permintaan pinjaman juga meningkat di koperasi menjelang Ramadan. Ketua Dewan Koperasi Sulawesi Selatan, Hamid Basma mengatakan, pinjaman dana dan kebutuhan jelang puasa meningkat 50 persen dibanding bulan lainnya.

"Kami yakin bisa menyiapkan kebutuhan masyarakat baik berupa dana maupun bahan pokok," ucapnya.
Sumber : Tempointeraktif.com

Bookmark and Share
Baca artikel terkait lainnya :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.