Mas Bambangk Mau Buka Toko Mas

Beberapa hari ini mas Bambank sangat bosan berkerja dengan bosnya pak Katedra yang pelit, dan terkenal rajin menyuruh dia berkerja tapi sering lupa menberi bonus.
Rata Penuh
Ketika ia bertemu Zamell from bogor iapun mualai berkeluh kesah tentang pekerjaannya yang begitu gitu saja ,”tiap hari aku hanya disuruh menjual produk dan tiap bulan target naik terus , namun giliran menbayar komisi si bosku suka telat dan hitungan nya suka ngawur dan kalu ditanya bagaimana cara menghitung komisi, bosku katedra malah menjawab dengan ketus “kalau ndak mau kerja ya sana keluar aja kamu buka usaha sendiri aja, keluh mas Bambank pada bang Zamell.

wah ini ada bisnis oke mau ngak tanya bang Zamell pada bambangk, ini usaha kita sendiri loh dan modalnya tak terlalu besar namun untungnya di jamin besar dan kita bisa langsung kaya , kata Zamell pada Bambank.

Tertarik dan karena juga udah bosan pada pekerjaannya, Bambank pun langsung bertanya modalnya berapa nih mell,aku mau deh udah bosan neh kerja tak maju maju .

“ya kita patungan aja mas Bambank satu orang cukup 2 ratus ribu rupiah dan kita buka toko mas aja”kata Zamell pada Bambank

“ah mana mumkin kita buka toko mas hanya dengan modal segitu, kamu bisa aja ngibulnya : kata Bambank pada Zamell.

Cukup kok mas ,uang itu kita belikan parang dan lingis aja ,dan pada malam hari kita pergi ke toko mas dan kita buka deh, dan ambil masnya dan langsung kita kaya mendadak”kata bang Zamell pada Bambank

Bambank: kurang asem, dasar otak kriminal……………….

Sumber : hiburan.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.