Ingin Investasi Yang Adil ?, Pahami Neracanya…!

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS 55 :7-9)

Pentingnya neraca, timbangan atau tolok ukur yang adil tergambar dari serangkaian ayat di surat Ar Rahmaan tersebut diatas, sampai tiga kali Allah mengulanginya dalam tiga ayat yang berurutan.

Hanya neraca atau timbangan yang adil yang bisa menimbang segala sesuatu yang adil; neraca atau timbangan yang tidak adil – tidak bisa dipakai untuk menegakkan keadilan.

Di pentas hukum misalnya di Indonesia belakangan ini rame dengan berbagai kasus yang melukai rasa keadilan rakyat seperti kasus Bibit dan Chandra, Kasus Prita, kasus Nenek Minah dan berjibun kasus-kasus lainnya. Mengapa rasa keadilan rakyat terluka dengan kasus-kasus tersebut ?, sederhana – karena ada rasa keadilan yang tidak bisa ditegakkan oleh system hukum yang ada.

Demikian pula sebenarnya yang terjadi dengan system ekonomi dan investasi. Karena neraca atau timbangan yang umum dipakai di masyarakat pelaku ekonomi bukanlah timbangan yang adil – maka mayoritas penduduk negeri ini (dan dunia) jatuh pada kategori miskin – tanpa tahu bahwa sebenarnya dirinya miskin.

Contoh timbangan yang tidak adil ini adalah standar kemiskinan versi The World Bank yang menyatakan bahwa seseorang dikategorikan sangat miskin (extreme poverty) bila memiliki daya beli US$ 1.25 / hari; saat ini di seluruh dunia ada 1.1 milyar manusia yang masuk kategori ini.

Diatasnya sedikit disebut miskin menengah atau moderate poverty yaitu bila memiliki daya beli kurang dari US$ 2 /hari. Yang masuk kategori ini ada 2.7 Milyar manusia di permukaan bumi.

Apakah yang memiliki daya beli diatas US$ 2/hari berarti makmur ?, tidak juga – karena timbangan US$ 1.25 untuk extreme poverty maupun yang US$ 2 untuk moderate poverty tersebut bukanlah neraca yang adil untuk mengukur kemiskinan. Yang moderate saja dengan US$ 2/hari berarti hanya US$ 730/tahun atau kurang dari 5 Dinar/tahun.

Sandingkan ini dengan neraca Islam yaitu nishab zakat yang membedakan si kaya dengan si miskin pada angka 20 Dinar; Orang yang masih dikategorikan miskin menurut Islam (masih berhak menerima zakat), masih 4 kali lebih kaya dari standar kemiskinan moderate Dunia !.

Di system investasi-pun neraca yang tidak adil yang memiskinkan mayoritas penduduk dunia ini juga terjadi. Ketika pelaku usaha membuat business plan atau project proposal untuk menilai kelayakan suatu investasi, mereka biasa mengukur antara lain dengan Return on Investment (ROI) yang disandingkan dengan hasil deposito, SBI dan sejenisnya.

Kalau Deposito saat ini memberikan hasil 8 % misalnya; maka project investasi yang memberikan hasil 20% (2.5 kali hasil deposito !.) – sudah dianggap sebagai investasi yang luar biasa.

Bila bank tempat Anda menabung membiayai projek seperti yang saya contohkan diatas, kebagian untung kah Anda ?; tentu kebagian.

Hitungan kasarnya kurang lebih begini ; pemilik projek akan berbagi hasil dengan bank yang membiayainya misalnya 50/50 – maka bank mendapatkan 10% hasil dan pemilik projek mendapatkan 10 % pula. Lantas bank juga akan berbagi hasil dengan Anda misalnya 40/60 ; maka bank mendapatkan bersih 4 % dan anda mendapatkan 6 %.

Sudah menguntungkan ?; nanti dulu !. rata-rata inflasi kita (2001-2008, tahun ini belum ketahuan) 9 tahun terakhir adalah 8.98 %. Jadi hasil yang Anda peroleh dari tabungan Anda lebih rendah dari angka inflasi.

Mayoritas pekerja mengandalkan investasinya pada tabungan, deposito , dana pensiun dan lain sebagainya yang semua hasilnya ditimbang dengan neraca tingkat hasil deposito bank, SBI dan sejenisnya. Walhasil kita semua baru sadar bahwa ternyata hasil jerih payah bekerja bertahun-tahun, bukannya bertambah tetapi tergerus oleh inflasi - kita tidak menyadarinya karena kita tidak menggunakan timbangan yang benar untuk membaca hasil investasi.

Itulah mengapa Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa hanya emas dan peraklah yang bisa menjadi hakim (timbangan) yang adil dalam bermuamalah. Setahun terakhir harga emas di dunia naik 37% (sumber Kitco) dan Dinar dalam Rupiah naik 26% (sumber situs ini) ; maka investasi Anda dalam Rupiah harus bisa melampui hasil bersih minimal 26% atau bila dalam US$ harus bisa melampui 37% - setahun terakhir untuk sekedar menjaga daya beli riil dari investasi Anda tersebut.

Bila Anda mudharabahkan dengan nisbah bagi hasil 50/50, maka pihak Mudharib harus bisa memperoleh hasil dua kalinya dari angka tersebut – yaitu 52 % untuk Rupiah dan 74% dalam US$. Wow…

Lantas adakah investasi yang memberikan hasil super tinggi tersebut di jaman krisis seperti ini ?; Jawabannya adalah pasti ada. Pertama angka tersebut kelihatan super tinggi hanya karena (timbangan) kacamata kita yang selama ini keliru – yaitu timbangan suku bunga deposito , SBI dan sejenisnya.

Emas atau Dinar sebenarnya tidak naik harganya; selama 1400 tahun lebih 1 Dinar (4.25 gram) setara dengan satu kambing. Artinya seluruh investasi sector riil, yang menumbuhkan atau menghasilkan benda riil, pasti hasilnya lebih baik – bila ditimbang dengan ukuran benda riil yang adil seperti emas atau Dinar ini.

Contoh, bila Anda punya uang 2 Dinar. Satu Anda belikan kambing, yang satu Anda simpan dalam Dinar. Setelah dua tahun rata-rata kambing beranak 3 kali, dan anaknya bisa dua sekali beranak. Maka kambing Anda telah menjadi 4 – 7 ekor setelah dua tahun. Ambil terkecilnya 4 (1 induk dan 3 anak). Ambil risiko kematian 1/3 (peternak yang berhasil bisa menurunkan kematian tinggal 1/20), maka kambing Anda kini berjumlah 3. Satu untuk yang melihara dan satu untuk Anda bersih; artinya setelah dua tahun kambing Anda menjadi 2 ekor yang masing-masing harganya @ 1 Dinar ; sementara uang 1 Dinar Anda tetap 1 Dinar.

Hanya berlaku untuk kambingkah ini ? tidak, sektor-sektor riil lainnya juga berpeluang memberikan hasil yang luar biasa.

Ambil contoh tanaman sengon. Bibitnya hanya berharga Rp 1,000,- per batang ; setelah 5 tahun dipanen – harga rata-ratanya adalah Rp 500,000/batang. Berapa kenaikannya ? 500 kali atau 50,000%. Oke butuh biaya sewa tanah, pemeliharaan, risiko mati dlsb. Anggap saja kita petani sengon yang pada tahap belajaran - jadi belum optimal, 90% dari nilai tersebut habis untuk seluruh biaya-biaya usaha tersebut; masih berapa hasil kita ?, masih 50 x dari investasinya !.

Mudah-kah ini semua ?; tentu tidak mudah – tetapi jelas bukanlah hal yang mustahil !. Agar apa yang saya tulis di situs ini tidak hanya sebatas ilmu dan wacana – kita sudah mulai berusaha menternakkan kambing dan menanam sengon di Pesantren Wirausaha kita di Jonggol.

Alhamdulillah Dua bulan setelah saya menulis tentang Kambingnomics – yang bersamaan dengan dimulainya projek perkambingan kita ; anak kambing pertama lahir, seminggu kemudian kambing yang lain juga melahirkan….Dinar demi Dinar lahir dari perut-perut kambing ini…Insyallah.

Mungkin Anda bertanya, kalau demikian tinggi hasil sektor riil dalam contoh tersebut, mengapa tidak semua peternak kambing dan petani sengon menjadi kaya raya ?. Jawabannya adalah karena kita hidup dalam system yang yang juga tidak adil; seperti akses pasar, akses kapital; akses sumber daya dan lain sebagainya yang insyaallah jadi bahan tulisan saya lainnya. Mudah-mudahan Allah memberi saya Ilmu, rizky dan usia untuk melanjutkan pekerjaan ini. Amin

Written by Muhaimin Iqbal
Sumber : www.arthadinar.com

PILIH PLATINUM APA EMAS YA,..??

Loh pertanyaan apa tu? Pastinya banyak yang mempertanyakan pertanyaan ini,...

Langsung aja, tentang pertanyaan tersebut, bukan mau mengarah pada pemilihan cincin nikah ya,..tapi ya sedikit banyak kalian semua akan tahu, sifat dari masing-
masing logam yang sebenarnya masih saudara tersebut, platinum dan emas. Satu hal lagi dengan artikel ini kalian akan tahu mengapa platinum lebih mahalll,,,,dan pemasarannya belum segencar emas,..let’s kita lihat,...mana???,.

PLATINUM,
Sudah tahu belum siapa yang menemukan platinum?? Platinum ditemukan untuk pertama kalinya oleh Antonio de Ulloa pada tahun 1735, di Amerika Selatan. Wah,..jauh banget ya,..
Nama platinum sendiri berasal dari bahasa spanyol, yaitu platina yang berarti “little silver“.
Platinum selalu ditemukan bersama-sama logam lainnya, seperti iridium, osmium, palladium dan rhodium.
Logam-logam ini, di dalam tabel Elemen, termasuk dalam golongan Platinum Group metals (PGMs). Emas dan perak pun termasuk dalam golongan ini.
Jadi platinum bukan hanya nama salah satu logam golongan ini tetapi juga nama untuk golongan logam mulia Ru, Rh, Pd, Ag, Os, Ir, Pt, Au. Loh..loh emas juga termasuk to kang??
Platina adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pt dan nomor atom 78. Sebuah logam transisi yang berat, "malleable", "ductile", berharga, berwarna putih-keabuan. Platinum tahan karat dan terdapat dalam beberapa bijih nikel dan copper. Platinum digunakan dalam perhiasan, peralatan laboratorium, gigi, dan peralatan kontrol emisi mobil.

Di antara logam golongan PGMs, Platinum memiliki kepadatan nomor tiga setelah Iridium dan Osmium. Kira-kira 12% lebih padat dibanding emas untuk per 1g/cm3. Logam golongan ini merupakan golongan logam terlangka yang bisa ditemukan di lapisan bumi . Ya kan, semakin langka, semakin susah untuk dicari,..semakin susah dicari, semakin mahal harga jualnya,..makanya ayo kita cari saja,..wa.. Sekitar 2-10 ton bijih besi diperlukan untuk mendapatkan 1 ounce Platinum murni.

Lah terus untuk apa si platinum atau yang disebut-sebut platina ini?
Saat ini, hampir 50% penggunaan Platinum adalah untuk pembuatan perhiasan. 20% untuk kepentingan industri. Afrika selatan merupakan penghasil platinum terbesar di dunia. Sekitar ¾ platinum dunia berasal dari negeri Nelson Mandela ini. Russia adalah penghasil nomor dua diikuti oleh Amerika.

EMAS
Emas merupakan elemen kimia dengan nomor atom 79 yang memiliki symbol Au, berasal dari bahasa latin yang artinya bersinar terang. Emas murni berwarna kuning mengkilat, sering disebut fine gold. Emas murni lebih lembut dibanding perak namun lebih keras dari timah. Ini bisa kita lihat pada tabel 1, dimana nilai tingkat kekerasan (Vickers hardness) emas merupakan yang terkecil diantara logam golongan PGMs. Untuk alasan inilah, jarang sekali ditemukan emas murni yang dijadikan sebagai perhiasan. Alasannya simple, it’s just too soft.
Tahu nggak apa nyang namanye Vickers hardness?? itu adalah salah satu metode yang digunakan untuk men-test tingkat kekerasan suatu bahan. Test ini lebih banyak dipakai karena mudah untuk dilakukan...gitcu loh,..
Penambahan logam-logam lain ke dalam emas murni bertujuan untuk meningkatkan tingkat kekerasan emas. Logam yang dipilih tentunya yang tidak akan mengubah kilau emas secara dramatis dan tentunya tidak membuat emas menjadi rapuh. Sebagai contoh, jika emas murni dicampur dengan logam indium, warna emas berubah menjadi ke-ungu-an dan mengubah sifat kekerasan bahan emas layaknya gelas. Sedikit tekanan, maka emas akan pecah layaknya sebuah gelas.
Berikut perbandingan sifat Pt dan Au



Tidak disitu saja ,. Persaingan platinum dan emas semakin ketat, dalam urusan hias-menghias ya, eh maksudnya perhiasan,...mereka tetap bersaing, si emas tak kalah pinter dia berubah wujud,,..jreng..jreng menjadi ’emas putih’,...
Emas putih merupakan campuran logam emas dan logam putih seperti perak, nikel, paladium, dan platinum yang mengubah warna emas menjadi putih,..wah curang ya,. Emas,,,poin + untuk platinum ini,..
Komposisi emas putih bervariasi tergantung logam apa yng digunakan sebagai campuran Dan berapa persen perbandingan komposisinya. Karenanya emas putih dapat digunakan untuk tujuan khusus contoh logam campuran yang menggunakan nikel akan keras dan kuat dan dapat digunakan untuk membuat cincin. Nah, balik lagi ke cincin,?ape deh,..


Alloy putih yang menggunakan paladium lebih lunak, elastis dan dapat digunakan untuk meletakkan batu permata. Tahu tidak alloy itu apa? Tenang bang, alloy adalah kombinasi dua unsur logam atau lebih. Wa sudah ada kemajuan...ho..ho.. Emas putih tidak selalu bersinar putih, dia berwarna seperti baja keabu-abuan yang diolah sehingga menjadi nampak putih bersinar. Perlakuan tersebut menggunakan sebuah electroplate rhodium. Rhodium menjadikan emas putih nampak putih namun lapisan tersebut dapat dan perlu diganti setahun sekali,..wah..wah ribet dunk,..
www.communitykompas.com

Dan Bahan bacaan:
1. Prentice Hall Lab Manual Introductory Chemistry (4th Edition), karangan C. H. Corwin. Buka bab tentang Electroplating
2. http://www.bookrags.com/research/platinum-woc/
3. http://www.webelements.com
Mohon ma’af kalau ada nyang salah,.

Berkilaunya Investasi Emas

Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.

Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.

Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.


Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.

Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti. Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.

Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.

Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.
Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya. Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.

Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.
Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.
( Sumber : www.kompas.com )

Belajar dari kasus Bank Century

Kasus Bank Century dan krisis finansial yang melanda dunia saat ini, bahkan Amerika Serikat
yang merupakan icon Ekonomi kapitalis pun ambruk dan masih mencari solusi untuk keluar dari masalah ekonominya. Pengucuran dana talangan 6,7 triliun ke Bank Century tahun 2006 yang disetujui oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, Boediono sebagai Direktur BI dan ketua LPS adalah salah satu bukti kebobrokan sistem ekonomi kapitalis.

Bank Century bangkrut akibat kegagalan likuiditas dan cadangan dana dipergunakan untuk kepentingan pribadi para pemilik Bank, malah ditalangi oleh negara yang besarnya lebih dari dana BLT untuk si miskin sebagai kompensasi kenaikan BBM.

Belajar dari kasus ini hati-hatilah memilih bank, apalagi dana yang anda simpan sangat besar. Jika anda menyimpan uang di bank saya sarankan untuk menyimpan uangnya di bank-bank swasta yang kuat atau bank-bank pemerintah, itupun cuma untuk persediaan 6 bulan ke depan. Sedangkan untuk jangka panjang marilah kita menabung dalam bentuk emas. Kenapa demikian? ikuti informasi selanjutnya di http://www.kebunemas.com/?id=baitulmal
(Red : Web Admin)

Duuh, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei


Siapa yang tak ingin kaya? Dan inilah salah satu orang kaya di dunia. Dan kebetulan dia adalah seorang Islam.
Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, siapa tak kenal? Ia adalah presiden dari negeri paling kaya di dunia. Terkenal, dan kaya bangeed kale (begitu bahasa anak-anak muda sekarang).

Semua yang ia kenakan dan gunakan terbuat dari emas, atau paling tidak, ada unsur emasnya. Misalnya saja, tempat makannya. Atau

baju-bajunya.
Istana sang sultan sangat besar dan megah. Mungkin yang paling mewah di dunia. Terdiri dari 1788 kamar dengan semuanya dilapisi emas dan permata.

Ada 257 kamar mandi—juga masih dengan emas dan perak. Istana Sultan juga mempunyai 650 kamar suite, yang harga furnish-nya masing-masing kamar tidak kurang dari 150.000 euro.

Jadi kalau kita kebetulan bertamu ke istananya, kita akan memerlukan waktu 24 jam sehari-semalam hanya untuk berada di satu ruangan selama 30 detik. Bingung mungkin ya?

Dan garasi yang menyimpan 110 mobil. Sultan Hassanal Bolkiah memang gemar mengoleksi mobil. Pada tahun 1998, Autocar—majalah mobil Inggris—mempublikasikan mobil-mobil Sultan.

Ada Ferrari dan Bentley—yang jumlah kesemuanya itu antara 3000 sampai 6000 buah.

Ia juga sudah masuk buku Guiness World Record atas koleksi mobil Rolls-Royce nya yang berjumlah…. 500 buah, yang tersebar di beberapa negara.
Pesawat terbang Sultan Hassanal Bolkiah merupakan salah satu pesawat yang paling mewah juga. Jangan lupa, betul, dilapisi emas! Pesawatnya, di dalamnya, layaknya istana pula, berharga lebih dari $120 ribu dollar. Ada kolam renang—dan eh, lagi-lagi dilapisi emas. Sultan juga punya enam pesawat lain yang “kecil” dan dua helikopter.

Ketika anak gadisnya menikah, pestanya berlangsung selama 14 hari 14 malam, dengan menghabiskan biaya $ 5 juta dollar.

Pernikahan itu dihadiri oleh lebih dari 25 kepala negara dan anggota keluarganya.

Ambooi, Sultan.....
Sumber : www.eramuslim.com

Mobil Mewah berlapis Emas dan Platinum milik Raja Arab



Bagaimana keadaan anda 5-10 tahun lagi?

Dear Saudaraku,
Inflasi adalah faktor ketidakpastian terbesar yg paling sulit diatasi, diam-diam inflasi merampok asset Anda dan MENURUNKAN DAYA BELI Anda. Tahun 80 Anda bisa memperoleh SEPEDA MOTOR baru dengan uang 1jt, saat ini dengan uang yang sama Anda hanya dapat membeli SEPEDA tanpa MOTOR.

Saat ini Anda bekerja keras untuk menghasilkan sebanyak mungkin Uang dengan meng-gadaikan waktu Anda, harapannya suatu hari nanti Anda akan menikmati kebebasan waktu Anda. Uang bukanlah masalah Anda saat ini... Namun ingat, 90% dari Anda ketika memasuki usia 50-60 tahun, disaat seharusnya Anda menikmati kebebasan waktu, Uang justru menjadi masalah Anda....
(www.kebunemas.com/?id=baitulmal)

Logam Mulia

Bagaimana Uang Hasil KERJA KERAS Anda Mempunyai NILAI DAN DAYA BELI YANG SAMA 10 Bahkan 20 Tahun Yang Akan Datang? Bagaimana Membeli EMAS Dengan MODAL HANYA 1/3 Dari Harga EMAS?

Saya Akan Buka Rahasia Bagaimana MEMBELI EMAS Dengan Cara YANG TIDAK PERNAH ANDA BAYANGKAN SEBELUMNYA...













Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Emas Logam Mulia |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.